Dukung KTT G20, Pelabuhan Sanur Garapan HK Telah Diresmikan

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
10 November 2022 18:33
Hutama Karya Foto: dok Pelabuhan Sanur

Jakarta, CNBC Indonesia- PT Hutama Karya (Persero) melalui Joint Operation (JO) dengan PT Sumber Bangun Sentosa berhasil menyelesaikan Proyek Pembangunan Pelabuhan Sanur. Sebelumnya Hutama Karya melakukan uji coba sandar kapal di Dermaga Apung Pelabuhan Sanur dengan tujuan ke Pulau Nusa Penida pada Kamis (22/9) lalu dengan mengangkut penumpang sebanyak 45 wisatawan.

Proyek ini pun diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (9/11) lalu. Turut hadir dalam peresmian ini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, serta Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan bahwa Pelabuhan Sanur dalam rangka mendukung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Pelabuhan ini nantinya juga akan memfasilitasi para delegasi yang ingin melakukan kunjungan wisata di sela-sela agenda KTT.

"Hutama Karya selaku kontraktor berhasil mempercepat 6 bulan pembangunan proyek ini dari target semula Februari 2023 namun dapat selesai pada September 2022, dan diresmikan di November ini," terang Tjahjo dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (10/11/2022).

Lebih lanjut Tjahjo menjelaskan bahwa paket pekerjaan yang digarap oleh Hutama Karya dalam proyek ini mencakup desain dan build struktur pelindung pantai dengan jenis rubble mound breakwater, pekerjaan pengerukan lapisan tanah di sekitar pantai, pembangunan dermaga apung atau ponton, hingga penguatan dinding pantai eksisting.

"Kami juga membangun fasilitas darat pelabuhan yakni terminal dan pos jaga, hingga sistem manajemen keselamatan konstruksinya," imbuh dia.

Tjahjo melanjutkan bahwa proyek pembangunan fasilitas pelabuhan penyeberangan di Sanur dengan nilai kontrak Rp 376 miliar ini mampu menyerap tenaga kerja lokal serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi konstruksi terkini.

Meski dihadapkan dengan sejumlah tantangan dalam proses pengerjaannya, seperti risiko proyek yang cukup tinggi dan diperlukannya peralatan pengerjaan yang didesain khusus, Hutama Karya berhasil mengantisipasi lewat penerapan sejumlah teknologi khusus dalam proyek ini.

"Teknologi yang digunakan dalam proyek ini adalah BPPT Lock 1,3 Ton dan 3,6 Ton sebagai Armor utama pengganti tetrapod dalam struktur breakwater. Adapun sejumlah strategi percepatan juga telah kami lakukan di antaranya pekerjaan DED dikerjakan simultan dengan pekerjaan konstruksi, selektif dalam pemilihan vendor yang berkualitas hingga penambahan sumber daya manusia sesuai kebutuhan," tutup dia.

Sebelum diresmikan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung persiapan peresmian Pelabuhan Sanur yang bakal digunakan oleh masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Budi mengatakan bahwa pelabuhan ini menjadi pelabuhan penumpang yang akan menghubungkan tempat-tempat wisata di Bali.

"Dengan adanya Pelabuhan Sanur akan memudahkan akses menuju kawasan Sanur, Nusa Penida dan Nusa Ceningan/Nusa Lembongan yang saat ini dijuluki sebagai pelabuhan segitiga emas Provinsi Bali," terang Budi Karya.

Dia berharap kehadiran Pelabuhan Sanur akan menjadi tambahan destinasi wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau Dewata. Tak hanya itu, pelabuhan ini juga akan digunakan peserta G20 untuk menyeberang ke Nusa Penida serta sebagai simbol kemajuan infrastruktur publik khususnya di Pulau Bali.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Volume Lalu Lintas Naik, Hutama Karya Rutin Beautifikasi Tol


(dpu/dpu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading