Tingwe, Cara Lain Nikmati Rokok di Tengah Krisis Biaya Hidup

News - Maesaroh, CNBC Indonesia
29 October 2022 16:30
Noah penjual tembakau linting Kamarasa saat melayani pembeli di kawasan Pondok Cabe Pamulang, Selasa, 4 Januari 2022. Penjualan rokok linting kini semakin diminati masyarakat, tidak hanya kalangan tua, tetapi juga oleh anak muda. Geliat rokok linting atau linting dewe (tingwe) yang dianggap Foto: Rokok Tembakau (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) di tengah pandemi Covid-19 membuat perokok dihadapkan pilihan sulit. Dengan harga rokok yang makin mahal, mereka harus memilih untuk mempertahankan selera merokok mereka atau beralih ke merk atau cara lain dalam menikmati rokok.

Sebagai catatan, CHT rata-rata naik sebesar 23% pada 2020 dan 12,5% pada 2021. Sementara itu, pandemi Covid-19 yang membuat banyak orang kehilangan pendapatan atau bahkan kehilangan pekerjaan.

Banyak orang kemudian memilih cara lain untuk menikmati rokok tetapi dengan ongkos lebih murah. Salah satunya adalah dengan tingwe. Tingwe atau nglinthing dhewe (melinting sendiri) adalah proses menggulung tembakau dengan membubuhkan rempah pilihan sendiri.

Tingwe atau nglinthing dhewe (melinting sendiri) adalah proses menggulung tembakau dengan membubuhkan rempah pilihan sendiri.

Tradisi tingwe memang sudah ada sejak ratusan tahun sejalan dengan hadirnya rokok di Indonesia yang dipercaya dimulai pada akhir abad ke-19. Tradisi tingwe biasanya lebih didominasi oleh perokok tua atau di daerah.

Namun, pandemi membuat tren tingwe merambat ke pelajar atau pekerja muda. Tradisi tingwe bahkan merebak luas di kalangan mahasiswa sekitar Yogyakarta dalam dua taun terakhir.

"Kalau Jawa Barat sudah agak lama karena jenis tembakanya memang untuk tingwe. Di pasar lokal, permintaan untuk tembakau tingwe itu besar," ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno kepada CNBC Indonesia.

Namun, dia menjelaskan sangat sulit mencari berapa penjualan tembakau untuk tingwe karena transaksinya lebih banyak dilakukan di pasar tradisional.

Dimas Dwi Nugraha, pengamat industri rokok, menjelaskan perokok tingwe merupakan segmen dengan pertumbuhan paling menjanjikan saat ini karena masih murahnya tembakau iris (TIS).

Tembakau TIS yang dijual untuk tingwe juga belum dikenai cukai. TIS sebenarnya sudah dikenai cukai tetapi komoditas tersebut tidak dikenai cukai jika dikemas untuk penjualan eceran dengan bahan pengemas tradisional yang lazim dipergunakan.

Data Ditjen Bea Cukai menunjukkan penjualan TIS naik 16,3% pada periode Januari-September 2022 menjadi 9,37 juta ton.

"Tingwe sebenarnya juga tren telat karena kita sudah dimanjain rokok pabrik. (Tren) ada kaitan sama eksplorasi di rumah (selama pandemi). Suntuk ya kalo bicara pandemi," ujarnya.

Salah satu perokok tingwe, Andreas Ismar, mengatakan tradisi tingwe memberi dia banyak kesempatan bereksplorasi. Selain tentu saja harganya lebih murah.

Tingwe memberinya kebebasan untuk memilih jenis tembakau yang cocok dengan lokasi. Selain jenis tembakau, rollers bisa memilih untuk membakar tembakau saja atau dicampur dengan cengkeh. Rollers juga bisa memilih untuk menambahkan tembakau dengan bunga kering atau daun lain (teh, mint, pisang) untuk memberi citarasa tambahan.

Selain itu, jenis kertas ataupun daun pembungkus juga memberi sensasi rasa berbeda.

"Kreativitas tanpa batas dalam meracik dan eksplorasi cita rasa. Dijamin tidak monoton," ujar Andrea, kepada CNBC Indonesia.

Dia menambahkan dengan tingwe dia bisa menghemat hingga jutaan. Menurut hitungannya, harga dua pouch untuk kebutuhan tingwe setara dengan harga tiga bungkus rokok.

"Pengeluaran tingwe sebulan setara dengan delapan bungkus rokok. Bisa menghemat biaya ngebul sekitar 1 juta-an." imbuhnya

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Eksklusif! Ini Bocoran Terbaru Kenaikan Tarif Cukai Rokok


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading