Internasional

8 Negara Eropa Ini Lagi Kacau, Demo & Mogok karena Harga Naik

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
26 October 2022 09:02
Spanduk bertuliskan 'Mahasiswa dan pekerja untuk menaikkan upah dan untuk mengindeks upah pada inflasi' dibentangkan saat lebih dari 7.000 orang berdemonstrasi di Toulouse selama hari pemogokan nasional, Rabu (19/10/2022).  (Photo by Alain Pitton/NurPhoto via Getty Images) Foto: Spanduk bertuliskan 'Mahasiswa dan pekerja untuk menaikkan upah dan untuk mengindeks upah pada inflasi' dibentangkan saat lebih dari 7.000 orang berdemonstrasi di Toulouse selama hari pemogokan nasional, Rabu (19/10/2022). (Photo by Alain Pitton/NurPhoto via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Demonstrasi dan aksi mogok massal kini terjadi di sejumlah negara Eropa. Hal ini berkaitan dengan inflasi tinggi di wilayah itu yang mendorong para pekerja untuk menuntut gaji yang lebih tinggi.

Harga energi, terutama gas yang dominan digunakan Eropa, meningkat tajam setelah perang Rusia dan Ukraina. Ini berimbas ke energi industri dan rumah tanga, membuat harga kebutuhan pokok melambung tinggi.

Berikut negara-negara Eropa yang mengalami aksi demonstrasi dan pemogokan kerja sebagaimana dirangkum CNBC Indonesia, Rabu (26/10/2022).

1. Rumania

Ribuan warga Rumania bergabung dalam unjuk rasa Bucharest untuk memprotes biaya energi, makanan, dan kebutuhan pokok lainnya. Menurut penyelenggara kepada Euronews, Senin kondisi ini telah mengirim jutaan pekerja ke dalam kemiskinan.

2. Republik Ceko

Di Negeri Vaclav Havel itu, kerumunan besar yang mengibarkan bendera di Praha bulan lalu menuntut pemerintah koalisi pro-Barat mengundurkan diri dari perang Rusia-Ukraina. Menurut para pengunjuk rasa, kebijakan embargo gas Rusia saat berperang dengan Ukraina memicu lonjakan yang tinggi di harga energi.

3. Hungaria

Ribuan warga Hungaria termasuk guru dan siswa berbaris melalui Budapest pada hari Minggu kemarin untuk memprotes pemerintah. Meski telah mengamankan pasokan gas Rusia, demonstran masih menyebut Perdana Menteri (PM) Viktor Orban gagal menjaga stabilitas ekonomi.

4. Prancis

Gelombang pemogokan kerja mulai terjadi di Prancis. Sejauh ini serikat pekerja kilang minyak dan sektor publik seperti transportasi telah memulai pemogokan mereka dalam beberapa pekan terakhir.

Pemogokan ini pun menipiskan stok bensin negara itu serta menciptakan gangguan mobilisasi akibat beberapa kendaraan umum yang berhenti beroperasi. Mereka menuntut gaji naik karena melambungnya kebutuhan pokok.

5. Inggris

Pekerja kereta api, perawat, pelabuhan, pengacara, dan profesi lainnya di Inggris juga telah melakukan serangkaian pemogokan dalam beberapa bulan terakhir. Mereka menuntut kenaikan gaji yang sesuai dengan inflasi yang berjalan pada level tertinggi empat dekade sebesar 10,1%.

Selain itu, demonstrasi juga dilakukan oleh warga Negeri Big Ben yang anti terhadap kebijakan Brexit. Ribuan massa menuntut agar Inggris dapat kembali bergabung dengan Uni Eropa.

6. Jerman

Pemogokan baru-baru ini oleh pilot Lufthansa di Jerman serta pekerja maskapai dan bandara telah mengganggu penerbangan di Negeri Rhein itu.

Tak hanya itu, demonstrasi yang dihadiri 24 ribu orang juga terjadi di enam kota besar negara itu.

Protes, yang dimotori oleh aktivis lingkungan Greenpeace itu menuntut agar pemerintah menyelesaikan masalah krisis energi. Jerman terpukul dengan perang Rusia Ukraina karena tergantung paling besar ke gas Rusia.

7. Belgia

Warga Belgia sendiri telah melakukan protes sejak Juni lalu. Sebanyak 80 ribu pekerja memprotes kenaikan harga bahan-bahan pokok.

Mereka menuntut agar pemerintah mau menaikKan upah serta mengalokasikan lebih banyak dana untuk pendidikan dan kesehatan.

Sementara itu, beberapa demonstran juga mulai menyerang aliansi pertahanan NATO dalam demonstrasi itu. Mereka menyebut keikutsertaan NATO di Ukraina dan Belgia sebagai anggota aliansi itu telah membuat terlalu banyak dana keluar untuk perang.

8. Spanyol

Pada September lalu, sebanyak 80 ribu pekerja menghadiri demonstrasi di Madrid, Spanyol, untuk menuntut kenaikan gaji yang "adil" dan langkah-langkah ekonomi yang efektif melawan inflasi.

Protes itu diserukan oleh Pusat Serikat Pekerja Independen dan Pegawai Negeri Sipil (CSIF) dan serikat pasukan keamanan Spanyol Jusapol.

Secara terperinci, para pengunjuk rasa meminta pemerintah untuk memperbarui gaji publik secara surut pada tahun 2022 serta kenaikan gaji multi-tahunan untuk mengkompensasi daya beli yang hilang sejak 2010.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Eropa CLBK ke Batu Bara, Bagaimana Nasib Perubahan Iklim?


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading