Internasional

Alert! Krisis Energi Hantam Eropa, Kerusuhan di Depan Mata

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
08 July 2022 21:10
uni eropa Foto: REUTERS/Paul Hackett/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa untuk Kebijakan Hijau dan Iklim, Frans Timmermans, mengatakan Eropa dalam bahaya konflik dan perselisihan selama musim dingin. Hal ini dipicu oleh meroketnya harga energi saat ini.

Timmermans mengatakan ancaman kerusuhan musim dingin, yang terjadi akibat serangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina, harus didahulukan daripada krisis iklim.

Menurutnya, Eropa harus kembali ke bahan bakar fosil dalam jangka pendek untuk mencegah ancaman kerusuhan sipil.


"Jika masyarakat kita mengalami konflik dan perselisihan yang sangat, sangat kuat, karena tidak ada energi, kita tentu tidak akan mencapai tujuan [iklim] kita," kata Timmermans, melansir The Guardian, Jumat (8/7/2022).

"Kita tentu tidak akan mencapai apa yang kita butuhkan jika kekurangan energi menyebabkan gangguan yang kuat dalam masyarakat kita, dan kita perlu memastikan orang-orang tidak kedinginan di musim dingin yang akan datang. Kita perlu memastikan bahwa industri kita, sebanyak mungkin, berfungsi karena satu hal yang dapat membantu Putin adalah perpecahan dalam masyarakat kita," tambahnya.

Timmermans juga mengatakan masyarakat yang menderita kedinginan di musim dingin karena tidak mampu membeli pemanas juga akan menjadi bencana untuk menyelesaikan krisis iklim.

"Saya telah berkecimpung dalam politik cukup lama, lebih dari 30 tahun, untuk memahami bahwa orang paling khawatir tentang krisis langsung dan bukan tentang krisis jangka panjang. Dan jika kita tidak mengatasi krisis langsung, kita pasti akan keluar jalur krisis jangka panjang," katanya.

Timmermans mengatakan tujuannya adalah untuk meyakinkan publik Uni Eropa, paling lambat 1 November, bahwa mereka tidak akan menghadapi krisis selama musim dingin ini.

"Sejujurnya saya percaya bahwa jika kita tidak dapat memberikan jaminan itu, maka masyarakat akan gelisah, seperti di mana-mana karena harga energi yang tinggi, inflasi, harga pangan yang naik dengan cepat, karena ketidakpastian yang disebabkan oleh perang ini," katanya.

"Putin menggunakan semua cara yang dia miliki untuk menciptakan perselisihan di masyarakat kita, jadi kita harus menguatkan diri untuk periode yang sangat sulit," tambahnya, menekankan batubara harus digunakan secepatnya.

Akibat pandemi Covid-19 dan perang Rusia di Ukraina, harga energi telah melonjak di seluruh dunia. Sebelum Putin menyerang Ukraina, negara ekonomi terbesar UE Jerman mengandalkan Rusia untuk sebagian besar gasnya. Secara keseluruhan, Eropa bergantung pada Rusia untuk sekitar 40% dari gasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Krisis Energi Eropa Makin Ngeri, 5 Negara "Teriak"


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading