Internasional

Covid-19 di China Meledak Lagi, Sejumlah Kota Lockdown!

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
14 October 2022 10:15
Kondisi jalan kosong terlihat selama penguncian di tengah pandemi penyakit coronavirus (COVID-19), di Shanghai, China, Kamis (14/4/2022). (REUTERS/Aly Song) Foto: Kondisi jalan kosong terlihat selama penguncian di tengah pandemi penyakit coronavirus (COVID-19), di Shanghai, China, Kamis (14/4/2022). (REUTERS/Aly Song)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 mulai kembali merebak di beberapa kota di China. Bahkan, jumlah kasus ini melampaui rekor tiga bulan sebelumnya.

Kota terbesar China, Shanghai, melaporkan 47 infeksi baru untuk hari Rabu (12/10/2022), terbesar sejak 13 Juli. Ibu kota Beijing mencatat 18 kasus. Secara nasional, ada 1.406 kasus lokal baru, turun dari 1.709 sehari sebelumnya.

Hal ini mendorong langkah-langkah penguncian kembali dilakukan. Otoritas China kembali menutup sekolah dan tempat hiburan di lima distrik Shanghai yakni Changning, Putuo, Jiading, Yangpu, dan Qingpu.

"Setidaknya lima distrik telah menutup tempat hiburan, termasuk bioskop, bar, dan gym, dalam upaya untuk memberantas penularan," menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor pencegahan Covid-19 Shanghai yang dikutip Straits Times.

Selain di Shanghai, kota-kota besar seperti pusat pelabuhan Tianjin telah mengunci satu distrik. Kota terbesar di Selatan China, Guangzhou, telah menutup sekolah di satu daerah.

Tak hanya kota besar itu, wilayah Zhengzhou, pusat manufaktur iPhone, diam-diam mengunci setidaknya dua distrik. Kota pusat industri baja Anshan juga menyuruh semua penduduknya untuk tinggal di rumah.

Meski kecil menurut bila dibandingkan jumlah kasus secara internasional, gelobang infeksi itu terjadi hanya beberapa hari sebelum Kongres Partai Komunis China yang diadakan sekali dalam lima tahun. Presiden Xi diperkirakan akan mengamankan masa jabatan ketiga dalam forum itu.

Xi sendiri telah menjadikan kebijakan 'nol-Covid' sebagai landasan kepemimpinannya. Terlepas dari biaya sosial dan ekonomi yang meningkat, pemerintahannya tetap meningkatkan propaganda yang menunjukan bahwa kebijakan ini merupakan yang terbaik.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kabar Buruk, China Lockdown Sebagian Shanghai Lagi


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading