B20 Ungkap Urgensi Blended Finance Atasi Kesenjangan

News - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
30 September 2022 10:32
kadin Foto: Dok Kadin Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - B20 Indonesia 2022 Finance & Infrastructure Task Force (F&I TF) telah mengidentifikasi bahwa menutup kesenjangan infrastruktur akan terus menjadi prioritas yang konsisten setiap tahun.

Adapun masalah tersebut dapat diselesaikan melalui pendanaan campuran (blended finance), yakni pendekatan strukturisasi yang memungkinkan organisasi pembiayaan dengan tujuan yang berbeda untuk berinvestasi atau memberi pinjaman bersama satu sama lain. Organisasi pembiayaan pun bisa sambil mencapai tujuannya sendiri, baik itu imbal hasil finansial, dampak sosial, atau kombinasi keduanya.

Sayangnya, saat ini blended finance belum maju dan perlu ditingkatkan secara signifikan, terutama di negara-negara berkembang. Selain itu, meski meningkatkan profil risiko-tingkat pengembalian transaksi dan membantu mobilisasi pendanaan sektor swasta, blended finance saat ini belum diterapkan pada skala yang cukup signifikan untuk menutup kesenjangan infrastruktur karena lebih dikenal

Dalam "Blended Finance Seminar and Knowledge Exchange", pada Kamis (29/9), F&I TF memberikan gambaran yang komprehensif tentang blended finance yang meliputi karakteristik dan pola dasar,tren,tantangan, dan peluang, dan bagaimana blended finance dapat digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memfasilitasi transisi energi.

Chair B20 Finance & Infrastructure Task Force sekaligus CEO di Indonesia Investment Authority, Ridha Wirakusumah, mengatakan blended finance seharusnya dapat menggabungkan pembiayaan publik konsesional dengan pembiayaan swasta nonkonsesional dan keahlian dari sektor publik dan swasta, entitas bertujuan khusus, pembiayaan proyek non-recourse, instrumen mitigasi risiko, dan struktur pendanaan gabungan.

"Ini termasuk kemitraan pemerintah-swasta yang memperkecil risiko spesifik investasi dan memberi insentif terhadap adanya tambahan pembiayaan sektor swasta di seluruh sektor pembangunan utama yang dipandu oleh kebijakan dan prioritas pemerintah daerah, nasional, dan lokal untuk pembangunan yang berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/9/2022).

Menurutnya, baik investasi publik maupun swasta, keduanya memainkan peran kunci dalam pembiayaan infrastruktur.

Hal tersebut pun didukung oleh Chief Executive Officer di Convergence, Joan M. Larrea yang mengungkapkan blended finance dapat berguna untuk meningkatkan investasi infrastruktur di negara-negara berkembang. Dia menambahkan, penerapan strategis keuangan campuran dapat meredakan kekhawatiran investor dan memperlancar transisi menuju proyek-proyek yang bankable.

"Untuk menarik pembiayaan komersial dalam jumlah besar secara konsisten ke sektor infrastruktur, pemerintah dan mitra pembangunan perlu menggunakan serangkaian pendekatan campuran dan menjadikan mobilisasi modal swasta sebagai bagian inti dari strategi mereka," imbuhnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

B20 WiBAC: Pemberdayaan UMKM Jadi Mesin Ekonomi


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading