Soal Penerapan Cukai 'Es Teh Manis', Sri Mulyani Butuh Waktu

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
26 September 2022 18:55
Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Konferensi Pers APBN KITA September 2022. (Tangkapan Layar via Youtube Kemenkeu) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Konferensi Pers APBN KITA September 2022. (Tangkapan Layar via Youtube Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tampaknya masih membutuhkan waktu untuk menerapkan cukai untuk minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).

Hal ini tersirat dalam pernyataan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenko) Askolani dalam konferensi pers APBN KITA Agustus 2022, pada Senin (26/9/2022).

Askolani mengungkapkan cukai MBDK tengah dipersiapkan oleh pemerintah sesuai mekanisme.

"Kalau ditanya 2023, saat ini masih dalam tahap perencanaan dan perencanaan itu kita melihat di 2023 tentunya masih panjang perencanaan dan waktu kemudian bulannya," paparnya.

"Di 2023, kalau ditanya pelaksanaan, pemerintah akan mempertimbangkan banyak faktor," tegas Askolani.

Faktor-faktor tersebut a.l. kondisi pemulihan ekonomi domestik, kondisi ekonomi global dan nasional, kondisi industri hingga ke inflasi dan masalah kesehatan.

"Banyak faktor itu yang tentunya menjadi landasan apakah akan dilaksanakan atau belum dilaksanakan di 2023," ungkapnya.

Adapun, wacana penerapan cukai MBDK kembali mencuat di publik setelah viralnya somasi PT Esteh Indonesia Makmur.

PT Esteh Indonesia Makmur mengirimkan somasi kepada pemilik akun Twitter akibat kritik terhadap produk minuman kemasan perusahaan menuai pro dan kontra di antara warganet.

Pemilik akun dengan nama pengguna @Gandhoyy mengkritik salah satu produk perusahaan karena dianggap terlalu manis.

Dia mengatakan bahwa produk Esteh Indonesia, Chizu Red Velvet bak mengandung gula seberat 3 kg.

Atas somasi tersebut, sang pemilik akun pun mencabut postingannya dan memuat permintaan maaf disertai dengan surat somasi dari perusahaan.

"Saya sendiri ingin memohon maaf kepada PT. ES Teh Indonesia Makmur karena saya telah membuat twit yang ramai diperbincangkan publik yang berhubungan dengan salah satu produknya yaitu 'Chizu Red Velvet' yang saya beropini dan juga sekaligus menjelekkan nama produk, pemberian informasi yang keliru, kandungannya, dan nama perusahaan," paparnya di laman Twitternya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jangan Kaget! Sederet Barang Ini Bakal Kena Cukai Tahun Depan


(haa/haa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading