Internasional

Top! Arab Saudi Siap Kirim Astronot Wanita Pertama

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
23 September 2022 15:25
Spectators watch from a bridge in Titusville, Fla. as SpaceX Falcon 9 lifts off with NASA astronauts Doug Hurley and Bob Behnken in the Dragon crew capsule, Saturday, May 30, 2020 from the Kennedy Space Center at Cape Canaveral, Fla. The two astronauts are on the SpaceX test flight to the International Space Station. For the first time in nearly a decade, astronauts blasted towards orbit aboard an American rocket from American soil, a first for a private company. (AP Photo/Charlie Riedel) Foto: Roket Space X meluncur dengan 2 Astronot (AP/Charlie Riedel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi akan meluncurkan program pelatihan untuk mengirim astronotnya sendiri, termasuk astronot wanita, ke luar angkasa pada tahun 2023 mendatang.

"Program Astronot Saudi, yang merupakan bagian integral dari Visi ambisius Kerajaan 2030, akan mengirim astronot Saudi ke luar angkasa untuk membantu melayani umat manusia dengan lebih baik," kata Komisi Luar Angkasa Saudi dalam sebuah pernyataan pada Kamis (22/9/2022), mengutip ABC News.

"Salah satu astronot akan menjadi wanita Saudi, yang misinya ke luar angkasa akan mewakili sejarah pertama bagi Kerajaan," tambahnya.


Rencana yang didukung oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) ini juga menyerukan integrasi yang lebih besar bagi perempuan ke dalam angkatan kerja di negara Muslim konservatif itu. Arab Saudi sendiri telah mencabut larangan lama terhadap wanita mengemudi pada tahun 2018.

Misi Arab Saudi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dengan kapsul SpaceX ini akan mencakup astronot Arab wanita pertama di dunia, menurut Axiom Space, perusahaan Amerika Serikat (AS) yang mengatur misi untuk kerajaan tersebut.

Baik Axiom maupun pemerintah Saudi tidak memberikan nama untuk astronot wanita, yang akan ditemani oleh astronot asal Saudi lainnya dan dua warga Amerika sebagai bagian dari misi pribadi kedua Axiom ke stasiun luar angkasa.

Seorang pejabat AS yang mengetahui misi tersebut mengatakan bahwa penumpang Ax-2 belum menerima persetujuan dari panel mitra internasional stasiun luar angkasa yang diketuai NASA. Identitas astronot biasanya tidak dikonfirmasi secara publik sampai panel tersebut memberikan persetujuan.

Orang Arab atau Muslim pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa adalah Pangeran Sultan bin Salman dari Arab Saudi, saudara tiri putra mahkota dan seorang pilot angkatan udara yang merupakan bagian dari tujuh anggota awak misi Discovery NASA pada tahun 1985.

Dia kemudian menjabat sebagai kepala Komisi Luar Angkasa Saudi dari 2018 hingga tahun lalu, ketika dia ditunjuk sebagai penasihat Raja Salman.

Uni Emirat Arab (UEA) yang bertetangga memiliki program luar angkasa terkemuka di dunia Arab, setelah meluncurkan penyelidikan ke orbit Mars pada Februari 2021. UEA berencana untuk meluncurkan penjelajah bulan pertamanya pada November.

Jika misi bulan berhasil, UEA dan Jepang, yang menyediakan pendarat, akan bergabung dengan jajaran hanya AS, Rusia dan Cina sebagai negara yang telah menempatkan pesawat ruang angkasa di permukaan bulan.

Saat ini kerajaan Arab Saudi secara aktif mempromosikan sains dan teknologi sebagai bagian dari rencana Visi 2030 untuk merombak ekonominya dan mengurangi ketergantungannya pada minyak.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pangeran Arab Saudi Koma 17 Tahun, Begini Kondisi Terbarunya


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading