RAPBN 2023

Anggaran Jokowi 2023 Capai Rp2.230 T, Buat Apa Saja?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
20 September 2022 14:49
Rapat Panja Belanja Dirjen Anggaran dan Badan Anggaran DPR RI. (CNBC Indonesia/Cantika Dinda) Foto: Rapat Panja Belanja Dirjen Anggaran dan Badan Anggaran DPR RI. (CNBC Indonesia/Cantika Dinda)

Jakarta, CNBC Indonesia - Belanja pemerintah pusat pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2023 direncanakan sebesar Rp 2.230 triliun. Anggaran ini akan lebih rendah dari proyeksi realisasi 2022 yang sebesar Rp 2.370 triliun.

"Belanja pemeerintah pusat 2023 Rp 2.230 triliun, ini turun dibandingkan tahun lalu (2022). Karena (2022) harus antisipasi risiko covid, belanja vaksin dan memberikan perlinsos ke masyarakat," kata Dirjen Anggaran Isa Rachmatarwata, saat rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (20/9/2022)

Di sisi lain, pengaturan APBN kembali ke situasi normal. Di mana defisit anggaran harus di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun kata Isa, penurunan belanja tetap menjaga momentum pemulihan ekonomi.

"Di 2023 segala kebijakan belanja ini dipengaruhi keinginan defisit di bawah 3% dari PDB dan pandemi belum dicabut statusnya baik covid atau penyakit lain dan situasi geopolitik di belahan dunia lain," jelasnya

"Oleh karena itu, anggaran tetap didesain untuk memitigasi. Anggaran negara cukup untuk pemilu dan pilkada 2024 dan prioritas nasional akan bisa dilakukan sebelum pergantian pemerintahan terutama untuk prioritas nasional," terang Isa.

Dilihat dari sisi fungsinya, belanja pemerintah pusat akan terfokus kepada beberapa hal. Ekonomi menjadi prioritas yang terlihat dari besarnya anggaran yang diberikan, yaitu Rp 630,5 triliun, meliputi pengembangan teknologi, ketahanan pangan, sarana dan prasarana transportasi, ketahanan energi dan UMKM serta koperasi.

Selanjutnya ada pelayanan umum dengan Rp 663,1 triliun, perlindungan sosial Rp 241 triliun dan pendidikan Rp 230,7 triliun. Ketertiban dan keamanan disediakan anggaran Rp 175,7 triliun dan pertahanan Rp 131,8 triliun serta kesehatan Rp 97,6 triliun.

Sisanya adalah perlindungan lingkungan hidup, perumahan dan fasilitas, pariwisata, dan agama.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Belanja Jokowi 2023 Capai Rp3.041 T, Defisit Ciut 2,85% PDB


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading