Internasional

Ingin Hajar Putin, Wanita Ukraina Ramai-Ramai Masuk Militer

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
19 September 2022 20:52
Tetiana Chornovol, former member of the Ukrainian Parliament, service member and operator of an anti-tank guided missile weapon system, carries an anti-tank missile at a position on the front line, amid Russia's invasion of Ukraine, in the Kyiv region, Ukraine March 20, 2022. REUTERS/Gleb Garanich Foto: REUTERS/GLEB GARANICH

Jakarta, CNBC Indonesia - Wanita Ukraina mulai memilih untuk bergabung dengan militer. Hal ini dilakukan untuk memperkuat negara itu yang sedang berperang dengan Rusia.

Sejak serangan Rusia ke Ukraina, jumlah wanita yang secara sukarela bergabung dengan militer Ukraina telah melonjak.

Ada sekitar 50.000 wanita yang bertugas di angkatan bersenjata Ukraina dalam peran tempur dan non-tempur, di mana sekitar 10.000 di antaranya saat ini berada di garis depan perang.

Salah satu wanita Ukraina yang bergabung adalah Diana. Wanita berusia 23 tahun itu bahkan telah menjalankan latihan untuk membentuk formasi menyerang. Ia juga telah diberi mandat untuk memberikan aba-aba terhadap pasukan lainnya.

"Saya tidak berpikir saya akan berada di militer ketika saya tumbuh dewasa," kata Diana kepada Al Jazeera, dikutip Senin (19/9/2022).

"Seperti setiap gadis kecil, saya hanya ingin menjalani kehidupan yang bahagia, bekerja untuk dapat melakukan perjalanan dan melihat dunia."

Saat tank-tank Rusia meluncur menuju Kyiv pada hari-hari awal perang, saudara laki-laki Diana mendaftar untuk berperang melawan pasukan Moskow. Ini juga kemudian mendorongnya untuk bergabung dalam posisi tempur.

"Saya tidak bisa hanya tinggal di samping, jadi saya bergabung dengannya," tambahnya.

Layanan militer di Ukraina untuk wanita bersifat sukarela, tetapi pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mewajibkannya bagi wanita dengan keahlian tertentu. Meski begitu, keputusan ini kemungkinan belum akan diketok hingga tahun depan.

Salah satu wanita dengan keahlian khusus ini adalah Natalia. Wanita berusia 38 tahun ini sebelumnya merupakan suster. Saat perang, ia bergabung dengan militer dan ditempatkan sebagai medis.

"Saya ingin berada di garis depan perang ini karena saya ingin membantu tentara yang saya layani," kata Natalia, setelah berlatih simulasi memasang torniket di kaki prajurit yang terluka.

"Kita perlu memenangkan perang ini sesegera mungkin dan kembali ke perdamaian karena kota-kota kita dihancurkan dan orang-orang terbunuh - pria dan wanita. Cukup sudah."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Tantang Negara Barat Kalahkan Rusia di Medan Perang


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading