Kasus Kematian Covid RI Naik Lagi Kala Endemi Kian Nyata

News - Maesaroh, CNBC Indonesia
16 September 2022 16:55
Suasana aktivitas di luar Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (3/2/2022). Pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet terus meningkat terus. Hingga Kamis (3/2/2022) tercatat sebanyak 5.000 pasien yang dirawat. Penambahan pasien COVID-19 belakangan ini konsisten di dua ratus kasus. Per Kamis (3/2), tercatat ada 268 kasus baru yang dilaporkan. Bahkan, berdasarkan catatan grafik bulanan RSDC Wisma Atlet Kemayoran, peningkatan rawat inap pasien COVID-19 melonjak tinggi sejak akhir Desember hingga Februari 2022. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto) Foto: Suasana aktivitas di luar Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (3/2/2022). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) optimis jika akhir pandemi Covid-19 semakin mendekati kenyataan. Optimisme muncul setelah penyebaran kasus tersebut terus menurun, termasuk di Asia Tenggara,

Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa akhir pandemi sudah terlihat. Meski begitu, ia menegaskan bahwa hingga saat ini Covid-19 belum selesai.

"Kami belum sampai di sana. Tapi akhir sudah di depan mata. Dunia perlu melangkah untuk kesempatan ini," ujarnya dikutip The Straits Times, Kamis (15/9/2022).



WHO sendiri menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020. Virus yang awalnya menyebar dari Wuhan, China, tersebut telah menewaskan 6,53 juta orang hingga sekarang.

Virus Covid-19 juga telah menginfeksi 616,11 juta serta meluluhlantakan perekonomian global. Setelah 2,5 tahun bergulat dengan pandemi, penyebaran virus Covid-19 terus melandai. Program vaksinasi serta meningkatnya imunitas warga global membuat penyebaran bisa ditekan.

Penurunan kasus juga terjadi di Indonesia. Dalam sepekan terakhir (9-15 September), Indonesia melaporkan kasus Covid-19 sebanyak 18.349. Jumlah tersebut turun 19,4% dibandingkan pada pekan sebelumnya (2-8 September 2022) yang tercatat 22.762.

Rata-rata kasus harian Covid kini ada di angka 2.651 dalam sepekan terakhir. Jumlah tersebut melandai dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 3.427.

Kasus Covid-19 di Indonesia sempat melonjak drastis selama 12 pekan pada periode Mei-Juli 2022 setelah menyebarnya varian Omicron BA.4, BA.5.  Kasus mulai melandai sejak pekan terakhir Agustus 2022. Angka positivity rate juga terus melandai menjadi 8,61% pada sepekan terakhir dari 9,90% pada pekan sebelumnya,

Namun, kasus kematian justru terus melonjak. Sepekan terakhir, kasus kematian menyentuh 136 jiwa, naik 4,6% dibandingkan pekan sebelumnya. Padahal, kasus kematian baru mencapai 91 pada pekan terakhir Juli.

Penurunan kasus Covid-19 juga dilaporkan dari Malaysia dan negara Asia Tenggara lain. Kasus di Malaysia dalam sepekan terakhir mencapai 14.683 atau turun 4,4% dibandingkan pekan sebelumnya.

Rata-rata tambahan kasus dalam pekan lalu mencapai 2.006 per hari. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan pada awal Juli 2022 di mana kasus harian mencapai 2.594.

Kasus harian di Singapura mencapai 2.162 dalam sepekan terakhir sementara di Thailand mencapai 1.022. Pada awal Juli lalu, kasus harian di Singapura mencapai 8.685 sementara Thailand (2.338).

Rata-rata kasus harian Covid sepekan terakhirFoto: Channel News Asia
Rata-rata kasus harian Covid sepekan terakhir




[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pandemi Covid-19 Sudah Usai? Cek Dulu Datanya!


(mae/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading