WHO: Akhir Covid di Depan Mata, Masih Perlu Vaksin Booster?

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
16 September 2022 06:45
Pengunjung mall mengantri untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga covid-19 di mall Bale Kota Tangerang, Banten, Selasa 19/07. Pemerintah resmi memberlakukan wajib vaksin booster atau dosis ketiga untuk masuk mal atau area publik lainnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Pengunjung mall mengantri untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga covid-19 di mall Bale Kota Tangerang, Banten, Selasa 19/07. Pemerintah resmi memberlakukan wajib vaksin booster atau dosis ketiga untuk masuk mal atau area publik lainnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia perlahan kembali pulih dari pandemi Covid-19. Seperti kabar terbaru yang diungkap oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahwa keadaan saat ini berada dalam posisi terbaik dalam menangani penularan virus corona.

Dalam pernyataannya, Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa akhir pandemi sudah terlihat. Meski begitu, ia menegaskan bahwa hingga saat ini Covid-19 belum selesai.

"Kami belum sampai di sana. Tapi akhir sudah di depan mata. Dunia perlu melangkah untuk kesempatan ini," ujarnya dikutip The Straits Times, Jumat (16/9/2022).


Namun demikian, ia tetap mengimbau agar dunia dapat terus mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 dan tetap waspada. Ia bahkan mengibaratkan posisi dunia melawan Covid-19 saat ini mirip seperti pelari maraton yang sedang mendekati garis akhir.

"Seorang pelari maraton tidak berhenti ketika garis finis terlihat. Dia berlari lebih kuat, dengan semua energi yang tersisa. Kita juga harus. Kita bisa melihat garis finis. Kita berada di posisi menang. Tapi sekarang adalah waktu terburuk untuk berhenti berlari," kata dia.

"Jika kita tidak mengambil kesempatan ini sekarang, kita menghadapi risiko lebih banyak varian, lebih banyak kematian, lebih banyak gangguan, dan lebih banyak ketidakpastian," imbuhnya.

Tedros Adhanom. AP/Christophe EnaFoto: Tedros Adhanom. AP/Christophe Ena
Akhir sudah di depan mataDirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus a

Pernyataan ini adalah penilaian paling optimistis dari badan PBB itu sejak mengumumkan keadaan darurat internasional pada Januari 2020. Tiga bulan setelah itu, WHO kemudian mengumumkan Covid-19 sebagai pandemi.

Virus, yang muncul di China pada akhir 2019, telah menewaskan hampir 6,5 juta jiwa dan menginfeksi 606 juta orang. Virus ini juga telah mengguncang ekonomi global dan membanjiri sistem perawatan kesehatan.

Peluncuran vaksin dan terapi telah membantu membendung kematian dan rawat inap. WHO melaporkan kematian akibat Covid-19 pekan lalu adalah yang terendah sejak Maret 2020.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Muncul Wabah Baru yang Serang Anak-anak di Eropa, Apa Itu?


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading