Siapa Gubernur yang Punya 'Simpanan Duit' Terbanyak di Bank?

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
19 August 2022 16:50
Anies Baswedan dalam acara ulang tahun Jakarta di Stadion JIS, Jakarta. (Grandyos Zafna/detikNews) Foto: Anies Baswedan dalam acara ulang tahun Jakarta di Stadion JIS, Jakarta. (Grandyos Zafna/detikNews)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berulang menyampaikan 'unek-uneknya' kepada jajaran kepala daerah setelah mengetahui masih ada saja dana yang mengendap di perbankan.

Jokowi kecewa lantaran masih ada saja kepala daerah yang memilih menimbun dana ketimbang membelanjakannya. Pasalnya, dana tersebut seharusnya bisa diputar dan menjadi motor penggerak perekonomian di daerah.


"Ini kenapa saya sampaikan kenapa kita tidak boleh bekerja rutinitas dan standar, kenapa ini saya sampaikan karena juga belanja di daerah itu masih sampai hari ini, belanja daerah, belanja APBD baru 39,3%, hati-hati ini baru Rp 472 triliun," kata Jokowi, dalam Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2022, seperti dikutip Jumat (19/8/2022).

Jokowi menilai, perputaran uang di daerah sangat penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Namun, Jokowi masih dibuat kecewa karena masih ada ratusan triliun dana pemerintah daerah yang tidak dibelanjakan untuk kegiatan perekonomian.

"Saya ce dan tau angkanya uang APBD di bank masih Rp 193 triliun, sangat besar sekali. Ini yang harus didorong agar ikut memacu pertumbuhan ekonomi daerah," jelasnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Tangkapan Layar Instagram @khofifah.ip)Foto: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Tangkapan Layar Instagram @khofifah.ip)

Lantas, siapakah pemerintah daerah yang masih 'doyan' menyimpan dananya di perbankan ketimbang membelanjakannya?

Berdasarkan data Kementerian Keuangan per Agustus 2022, posisi dana pemerintah daerah per Juli 2022 diproyeksikan mencapai Rp 212,4 triliun, atau berada di atas angka yang sebelumnya dipaparkan sendiri oleh Presiden Jokowi.

Meski demikian, angka tersebut menurun Rp 8,51 triliun dibandingkan posisi bulan lalu yang mencapai Rp 220,9 triliun. Secara tren dari awal tahun, memang angka dana yang mengendap di perbankan terus mengalami penurunan kendati jumlanya masih begitu besar.

"Masih tingginya saldo dana pemda di perbankan ini antara lain disebabkan oleh belum optimalnya realisasi belanja daerah sampai dengan bulan Juli 2022," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu.

Berdasarkan wilayah per Juli 2022, nominal saldo tertinggi diprediksi berada di wilayah Jawa Timur sebesar Rp 22,9 triliun. Sementara secara provinsi, nominal saldo tertinggi diprediksi berada di DKI Jakarta sebesar Rp 73 triliun.

"Provinsi sendiri paling tinggi dana yang disimpan di DKI Jakarta, kemudian Jawa Barat dan Jawa Timur," kata Sri Mulyani.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Belanja APBD Rp 93 T, Lebih Dari Separuh Demi Gaji Pegawai


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading