Syarat Terbaru Naik Pesawat, Tes Antigen Pasti Ditolak!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
17 August 2022 14:30
Pengunjung melakukan pemeriksaan test Covid-19 di Laboratorium Uji test Swab Covid-19 di Kawasan Cilandak, Jakarta, Rabu (9/3/2022). Pemerintah telah memperbaharui kebijakan syarat untuk melakukan perjalanan lewat moda Transportasi publik. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Pemeriksaan test Covid-19 di Laboratorium Uji test Swab Covid-19 di Kawasan Cilandak, Jakarta, Rabu (9/3/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah telah menerapkan aturan perjalanan terbaru, termasuk untuk angkutan penerbangan. Dimana saat ini pelaku perjalanan yang belum melakukan vaksinasi booster harus menunjukkan hasil RT-PCR tidak lagi diperbolehkan menunjukan hasil rapid antigen.

Hal ini tertuang dalam empat Surat Edaran Kemenhub, yakni SE 77 untuk transportasi udara, SE 78 transportasi Laut, SE 79 untuk transportasi darat, dan SE 80 untuk transportasi kereta api. Seluruh SE ini sudah berlaku efektif sejak 11 Agustus 2022 kemarin.

Aturan itu mengatur syarat perjalanan untuk transportasi udara, transportasi laut, transportasi darat, hingga kereta api.


Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menjelaskan perubahan ketentuan syarat perjalanan dalam negeri yakni, pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) wajib melakukan tes PCR 3x24 jam yang sampelnya diambil dalam kurun waktu sebelum keberangkatan. Jika belum mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster).

"Jadi pelaku perjalanan yang baru mendapatkan vaksin dosis pertama atau kedua wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR," ucap Adita, dalam keterangan Senin (15/8/2022).

Sedangkan ketentuan lain yang tertuang dalam SE mengatur untuk syarat perjalanan anak. Antara lain :

- PPDN dengan usia 6-17 tahun dan telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua, tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

- PPDN dengan usia 6-17 tahun dan telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama, wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

- PPDN dengan usia 6-17 tahun yang berasal dari perjalanan luar negeri dan belum mendapatkan vaksinasi, dikecualikan terhadap kewajiban menunjukkan kartu vaksinasi dan wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

- PPDN usia 6-17 tahun dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi dikecualikan terhadap syarat vaksinasi, namun wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan dan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID19.

- PPDN dengan usia dibawah 6 tahun dikecualikan terhadap syarat vaksinasi dan tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen, namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan COVID-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ketentuan tersebut dikecualikan untuk moda transportasi perintis termasuk di wilayah perbatasan, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), dan pelayaran terbatas sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

Sementara, khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan aglomerasi perkotaan dikecualikan dari persyaratan perjalanan

Pemerintah juga masih terus mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak. Selain itu masyarakat juga diminta untuk segera melakukan vaksinasi booster.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Heboh, Begini Ternyata Prosedur PCR di Soetta


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading