Internasional

Skandal Menghebohkan, Australia Geger 'Pemerintahan Bayangan'

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
16 August 2022 12:00
The Australian flag being flown by spectators during the women's quarter final match between Ajla Tomljanovic and Elena Rybakina on court 1 on day ten of the 2022 Wimbledon Championships at the All England Lawn Tennis and Croquet Club, Wimbledon. Picture date: Wednesday July 6, 2022. (Photo by Steven Paston/PA Images via Getty Images) Foto: Bendera Australia (Photo by Steven Paston/PA Images via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tetangga RI, Australia, tengah geger. Ini terkait tindakan mantan perdana menteri (PM) Australia, Scott Morrison, yang secara diam-diam mengangkat dirinya sendiri untuk sejumlah jabatan menteri.

Ini terjadi selama pandemi Covid-19, saat ia masih berkuasa. Ia menjadikan dirinya menteri kesehatan, keuangan dan sumber daya, tanpa memberi tahu rekan kerja, parlemen atau pemilihnya.

Dalam beberapa kasus, Morrison juga menjadikan dirinya wakil menteri. Itu juga dilakukan tanpa memberi tahu anggota kabinet bahwa dia telah ditunjuk untuk posisi itu.

Kenyataan tersebut memicu badai politik di Negeri Kanguru. Skandal itu telah membuat pemerintah Australia menjadi sorotan, terutama soal pengambilan keputusan yang tidak jelas di dalam pemerintahan.

Media lokal melaporkan bagaimana Morrison mengambil alih portofolio di kementerian sumber daya dan menggunakan kekuatannya untuk menghentikan proyek gas yang signifikan di lepas pantai Sydney. Ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah diperlukan pengamanan demokratis yang lebih ketat.

Perdana Menteri Australia Scott MorrisonFoto: REUTERS/Marcos Brindicci/File Photo
Perdana Menteri Australia Scott Morrison

Sementara itu, PM saat ini, Anthony Albanese, menjanjikan penyelidikan cepat. Ia menyebut tindakan Morrison sebagai hal luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya serta tengah meminta nasihat hukum dari jaksa agung untuk itu.

"Ini adalah semacam kegiatan 'rendahan' yang bisa kita cemooh jika itu terjadi di negara non-demokrasi," kata Albanese.

"Scott Morrison menjalankan 'pemerintahan bayangan'," tegasnya.

Partai Morrison sendiri gagal mempertahankan kekuasaan di pemilihan Mei. Ini mengakhiri hampir satu dekade kekuasaan kelompok kanan di negara itu.

Pakar hukum konstitusi di negeri itu, Anne Twomey menggambarkan kejadian ini sebagai "sesuatu yang aneh". Ia mengatakan ini bisa menimbulkan tantangan hukum terhadap beberapa keputusan pemerintah sebelumnya.

"Kerahasiaan yang terlibat dalam hal ini benar-benar aneh. Maksud saya, Anda tahu, Anda hanya bertanya-tanya apa yang salah dengan orang-orang ini, jika mereka harus melakukan semuanya secara rahasia," katanya.

"Itu sama sekali tidak pantas. Kita hidup dalam demokrasi, yang membutuhkan transparansi."

Perdana Menteri baru Australia Anthony Albanese memanggil menteri kabinet barunya untuk mengambil sumpah dalam upacara di Gedung Pemerintah di Canberra, Australia, Senin (23/5/2022).  (Photo by SAEED KHAN/AFP via Getty Images)Foto: Perdana Menteri baru Australia Anthony Albanese memanggil menteri kabinet barunya untuk mengambil sumpah dalam upacara di Gedung Pemerintah di Canberra, Australia, Senin (23/5/2022). (Photo by SAEED KHAN/AFP via Getty Images)
Perdana Menteri baru Australia Anthony Albanese memanggil menteri kabinet barunya untuk mengambil sumpah dalam upacara di Gedung Pemerintah di Canberra, Australia, Senin (23/5/2022). (Photo by SAEED KHAN/AFP via Getty Images)


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

PM Australia Bertemu Jokowi, Ternyata Ini yang Dibahas


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading