Ssstt..AS Diam-diam Incar Proyek Gas Raksasa RI Blok Masela

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
04 August 2022 11:05
Blok Masela (Dok.Reuters) Foto: Blok Masela (Dok.Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut terdapat perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang tengah menjajaki peluang untuk masuk ke proyek Gas Raksasa Blok Masela di Laut Arafuru, Maluku. Salah satu caranta dengan melakukan pengambilalihan 35% hak partisipasi Blok Masela dari Shell.

Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Mohammad Kemal berharap pengganti Shell di Blok Masela dapat segera menemui titik kejelasan. Mengingat, Shell telah membuka datanya ke sejumlah investor untuk menggantikan posisinya. Bahkan terdapat perusahaan AS yang telah menjalin komunikasi untuk menggantikan Shell.

"Iya betul (perusahaan asal AS), ada beberapa perusahaan yang sedang melihat data Masela. Kami mengharapkan bisa selesai dalam waktu dekat agar isu partnership dari Lapangan Abadi bisa cepat selesai," ujar Kemal kepada CNBC Indonesia, Kamis (4/8/2022).

Lebih lanjut, Kemal menjelaskan saat data Blok Masela dibuka, sebenarnya sudah cukup banyak investor yang tertarik. Namun dia belum merinci secara detail jumlah dan nama perusahaan nya tersebut.

"SKK Migas sendiri cukup aktif untuk menawarkan Blok Masela kepada investor-investor yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia," ujarnya.

Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar pengembangan Blok Masela dapat segera dikebut. Hal tersebut menyusul tindak lanjut dari pertemuan Presiden dengan Perdana Menteri Jepang.

"Ini Presiden kita tahu semua bahwa ada konsorsium dari Inpex ini keluar dan Presiden ini sudah memerintahkan yang keluar ini digantikan oleh pengusaha nasional baik itu melalui INA atau BUMN," ujar Bahlil dikutip dari Youtube Channel Sekretariat Presiden, Kamis (28/7/2022).

Menurut Bahlil dengan masuknya INA atau BUMN ke Blok Masela diharapkan mampu menggenjot produksi migas nasional. Selain itu mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian, andai kata BUMN yang ditunjuk nantinya Pertamina untuk menggantikan Shell di proyek Lapangan Abadi Blok Masela beberapa pihak menilai hal itu akan memberatkan secara keuangan perusahaan. Pasalnya, jika Pertamina didorong masuk proyek gas raksasa ini, Pertamina dinilai harus menggelontorkan dana senilai US$ 6 miliar atau Rp 89,16 triliun (kurs Rp 14.864/US$).

Dana tersebut untuk mengakuisisi hak partisipasi (Participating Interest/PI) sebesar 35% Shell di blok jumbo yang saat ini dioperatori oleh perusahaan Jepang Inpex.

Besaran biaya tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto. Menurut Sugeng dengan masuknya Blok Rokan ke tangan Pertamina, perusahaan migas pelat merah ini sebenarnya sudah cukup menanggung beban yang luar biasa. Apalagi jika harus ditambah dengan mengelola Blok Masela.

Lebih lanjut, Sugeng mengatakan masuknya Pertamina ke Blok Masela bisa saja terjadi, namun Pertamina setidaknya harus mengucurkan dana sekitar US$ 6 miliar untuk mengakuisisi PI sebesar 35% Shell. Angka tersebut muncul jika nantinya investasi pengembangan Blok Masela secara keseluruhan memakan biaya US$ 19 miliar.

"35% dari US$ 19 miliar bisa dihitung berapa. Kurang lebih membutuhkan US$ 6 miliar. Sedangkan hari ini untuk Rokan saja Pertamina masih cukup megap-megap dengan working capital dia masih harus melakukan pengeboran dan sebagainya," kata dia ditemui di JCC Senayan, Kamis (28/7/2022).

Sugeng sebenarnya senang-senang saja jika Blok Masela nantinya bisa dikelola oleh pihak nasional. Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa negara ini harus bersikap realistis.

"Kita masih tetap butuh Foreign Direct Investment (FDI). Maka kita juga menawarkan kepada investor-investor di bidang migas untuk menggantikan posisinya Shell. Karena penting, mereka membawa yang ke sini," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Antara Perusahaan Migas AS atau BUMN RI yang Masuk Masela?


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading