Pemerintah Beli Laptop Langsung ke Produsen Untung Rp 1,8 T

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
29 July 2022 16:50
ilustrasi Foto: Freepik

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melakukan konsolidasi pengadaan laptop dengan produsen dalam negeri. Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa (LKPP) Abdullah Azwar Anas mengatakan sambil menunggu sistem kode barang dan jasa, maka konsolidasi pengadaan laptop dalam negeri dilakukan melalui kontrak payung.

Dari paparan hasil kontrak payung ini membuat, pengadaan laptop TIK dan media pendidikan (chromebook) DAK fisik pendidikan 2022 berhasil menurunkan harganya dari Rp 7,1 juta harga tayang di e-catalog, menjadi Rp 5,5 juta. Sehingga memberikan efisiensi 27,9%.

Sementara untuk laptop administrasi kantor dari Rp 15,3 juta dari harga yang tayang dari e-catalog menjadi Rp 11,8 juta harga hasil konsolidasi. sehingga memberikan efisiensi 29,7%.


"Selama ini belanja satu satu lewat penyedia ternyata tidak mendapat diskon signifikan. lalu dilakukan konsolidasi sesuai arahan Presiden kita langsung ke produsen nggak perlu ke reseller kita mendapatkan efisiensi total Rp 1,8 triliun," katanya dalam konferensi pers, Jumat (29/7/2022).

Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Kementerian Keuangan, Sudarto mengatakan kebutuhan laptop pemerintah pusat daerah hingga bidang pendidikan mencapai 500 ribu unit dalam setahun. Dari konsolidasi kontrak payung bisa semakin efisien karena harga mengikuti kontrak payung.

"Efisiensinya sangat nyata dengan produk yang terstandardisasi. juga mempermudah maintenance ke depan. Bayangkan kalau produk sendiri-sendiri maintenance, dan kita juga harus menjaga security end devicesnya," katanya.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo RM Manuhutu mengatakan belanja pemerintah pemerintah dan BUMN mencapai Rp 1.400 triliun. Tentu penghematan bisa digunakan untuk keperluan pemerintah yang lain.

"Misal dari Rp 1.000 triliun bisa mendapat penghematan 25% bayangkan Rp 250 triliun bisa dimanfaatkan untuk hal lain yang produktif," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Buntut Kekesalan Jokowi, Impor Kementerian Bisa Dibekukan!


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading