Internasional

'Neraka' di Eropa! Gelombang Panas Menggila, Suhu Cetak Rekor

News - luc, CNBC Indonesia
19 July 2022 13:00
Pemandangan menunjukkan pohon-pohon terbakar di tengah kebakaran yang terjadi di dekat Landiras, saat kebakaran hutan terus menyebar di wilayah Gironde di barat daya Prancis, Sabtu (16/7/2022). (SDIS 33/Handout via REUTERS) Foto: Pemandangan menunjukkan pohon-pohon terbakar di tengah kebakaran yang terjadi di dekat Landiras, saat kebakaran hutan terus menyebar di wilayah Gironde di barat daya Prancis, Sabtu (16/7/2022). (SDIS 33/Handout via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang panas yang menghantam Eropa Barat diperkirakan makin ganas dan mulai mengarah ke bagian Utara.

Gelombang panas itu juga telah menyebabkan kebakaran hutan di Prancis, Portugal, Spanyol, dan Yunani sehingga memaksa lebih dari 30.000 orang mengungsi dari rumah mereka.

Terkait hal tersebut, Prancis dan Inggris telah mengeluarkan peringatan cuaca panas ekstrem, sementara Spanyol telah mencatat suhu mencapai 43 derajat celcius pada Senin (18/7/2022).

Inggris diperkirakan akan mengalami hari terpanas sepanjang sejarah dan para ahli mengatakan beberapa bagian Prancis menghadapi "kiamat panas". Kota Nantes di Prancis, misalnya, mencatat suhu 42 derajat celcius.

Di Kota Gironde, kawasan wisata populer di Barat Daya Prancis, telah terkena dampak sangat parah. Petugas pemadam kebakaran berjuang untuk mengendalikan kobaran api yang telah menghancurkan hampir 17.000 hektare lahan.

"Ide yang muncul di kepala saya adalah, ini adalah monster," kata Jean-Luc Gleyze, presiden wilayah Gironde, dikutip BBC, Selasa (19/7/2022).

"Itu monster seperti gurita, dan dia tumbuh dan tumbuh dan tumbuh di depan, di belakang, di kedua sisi. Karena suhu, karena angin, karena kekurangan air di udara... monster yang sangat sulit untuk melawannya," imbuhnya.

Suhu yang berkisar 40 derajat celcius pada hari Senin diperkirakan akan turun pada hari Selasa di kota tersebut. Namun, hal itu tidak akan banyak membantu selama kondisi kering dan angin yang berubah-ubah tetap ada.

Sementara itu, Inggris mengalami salah satu hari terpanas pada Senin, dengan suhu tertinggi mencapai 38,1 derajat celcius di Suffolk. Ramalan cuaca menyebutkan Inggris dapat mencapai suhu 40 derajat celcius atau yang tertinggi yang pernah dicatat negara itu.

Cuaca panas juga telah menghambat transportasi di Inggris. Sebagian perjalanan kereta dan penerbangan dibatalkan karena bagian dari rel dan landasan pacu melengkung akibat panas.

Sementara itu, Belanda mencatat hari terpanas sepanjang tahun sejauh ini. Di Kota Westdorpe, suhu mencapai 33,6 derajat celcius.

Suhu diperkirakan akan lebih panas pada Selasa dengan perkiraan mencapai 39 derajat celcius di wilayah Selatan dan tengah Belanda.

Di Belgia, suhu diperkirakan mencapai 40 derajat celcius.

Di Spanyol dan Portugal, lebih dari 1.000 kematian telah dikaitkan dengan panas dalam beberapa hari terakhir.

Suhu di Portugal mencapai 47 derajat celcius pada hari Kamis, rekor untuk bulan Juli. Kantor meteorologi nasional IPMA telah menempatkan sebagian besar wilayah negara dalam status bahaya kebakaran tinggi.

Media lokal melaporkan bahwa 300 orang dari Kota Murça Utara telah dievakuasi karena bahaya kebakaran. Pihak berwenang ingin menghindari terulangnya kejadian pada 2017, ketika 66 orang tewas dalam kebakaran hutan.

Di Spanyol, setidaknya 20 kebakaran terjadi di luar kendali.

Adapun, gelombang panas menjadi lebih sering, lebih intens, dan bertahan lebih lama karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia. Dunia telah menghangat sekitar 1,1 derajat celcius sejak era industri dimulai dan suhu akan terus meningkat kecuali pemerintah di seluruh dunia mampu menekan emisi karbon.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Covid, Ada Ancaman Mematikan Melanda China, AS & Eropa


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading