Internasional

Cuaca Neraka di Eropa, Portugal Laporkan 1.000 Lebih Kematian

News - luc, CNBC Indonesia
20 July 2022 09:40
POMBAL, PORTUGAL - JULY 14: This photograph shows a car and burnt house at Ansiao on July 14, 2022 in Pombal, Portugal. Wildfires have swept across the central part of the country amid temperatures exceeding 40 degrees celsius. (Photo by Octavio Passos/Getty Images) Foto: Getty Images/Octavio Passos

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang panas yang melanda Eropa telah banyak merenggut korban jiwa. Portugal bahkan telah melaporkan lebih dari 1.000 kematian akibat cuaca neraka tersebut.

Seiring dengan hal itu, Portugal pun tengah dalam keadaan siaga untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim yang terus meningkat.

"Portugal ... adalah salah satu wilayah di dunia yang bisa (lebih) terkena dampak panas ekstrem," tutur Gra├ža Freitas, kepala otoritas kesehatan DGS, kepada Reuters, dikutip Rabu (20/7/2022).

"Kami harus lebih dan lebih siap untuk periode suhu tinggi," imbuhnya.

Suhu di seluruh Portugal yang dilanda kekeringan melampaui 40 derajat celcius pada pekan lalu. Meskipun telah turun dalam beberapa hari terakhir, Freitas mengatakan mereka tetap di atas level normal untuk tahun ini.

DGS sebelumnya melaporkan 238 kematian berlebih akibat gelombang panas dari 7 hingga 13 Juli, tetapi Freitas mengatakan jumlah kematian kini meningkat menjadi 1.063 untuk periode hingga 18 Juli.

Adapun, suhu tinggi, kekeringan yang sedang berlangsung, dan pengelolaan hutan yang buruk telah disalahkan atas beberapa kebakaran hutan yang melanda Portugal. Petugas pemadam kebakaran juga sedang memerangi kobaran api di negara-negara Eropa selatan lainnya, termasuk di Spanyol.

Carlos Antunes, seorang peneliti di fakultas sains Universitas Lisbon, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa data menunjukkan mereka yang paling mungkin meninggal karena gelombang panas adalah orang tua.

Dia mengatakan jumlah kematian di masa depan akan tergantung, antara lain, pada tindakan pencegahan yang diambil orang untuk melindungi diri mereka sendiri, bagaimana perawatan rumah merawat penghuninya dan adaptasi infrastruktur.

"Dengan adanya perubahan iklim, diharapkan peningkatan kematian ini akan semakin meningkat dan oleh karena itu kita harus mengambil langkah-langkah di tingkat kesehatan masyarakat untuk meminimalkan dampaknya," kata Antunes.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Covid, Ada Ancaman Mematikan Melanda China, AS & Eropa


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading