Internasional

Bukan Covid, Ada Ancaman Mematikan Melanda China, AS & Eropa

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
13 July 2022 14:25
Orang-orang berjemur saat gelombang panas di Marseille, Prancis selatan, Rabu (15/6/2022). (AP Photo/Daniel Cole) Foto: Orang-orang berjemur saat gelombang panas di Marseille, Prancis selatan, Rabu (15/6/2022). (AP Photo/Daniel Cole)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang panas yang berbahaya kini melanda beberapa wilayah di China, Eropa, dan Amerika Serikat (AS). Akibatnya warga terpaksa terjebak dengan suhu musim panas yang melonjak.

Pada Selasa (12/7/2022) sore, setidaknya 86 kota di China di bagian timur dan selatan negara itu telah mengeluarkan peringatan panas. Ahli meteorologi China memperkirakan suhu di beberapa kota akan mencapai 40 derajat celcius dalam 24 jam ke depan.

Di Shanghai, kota terpadat di China, pihak berwenang telah memberi tahu 25 juta penduduknya untuk bersiap menghadapi cuaca panas yang tidak biasa. Sejak pencatatan dimulai pada tahun 1873, Shanghai hanya memiliki waktu 15 hari dengan suhu di atas 40 derajat celcius.

"Ini terlalu panas untuk bulan Juli," kata warga bernama Wang Ying (35), yang tinggal di Shanghai, melansir Guardian. "AC saya menyala sepanjang hari hari ini, dan saya tidak berani keluar sama sekali, bahkan ke balkon saya."

Kematian terkait gelombang panas telah meningkat empat kali lipat dari tahun 1990 hingga 2019, mencapai 26.800 kematian pada tahun 2019, menurut studi Lancet yang diterbitkan pada tahun 2020.

Orang yang berusia 65 tahun atau lebih menghadapi risiko 10,4% lebih tinggi meninggal selama gelombang panas, menurut studi tersebut. Akibatnya, sejumlah kota di China memperingatkan bahaya suhu tinggi seperti itu bagi orang tua.

Di AS, wilayah barat daya dan tengah telah mengalami panas yang ekstrem. Suhu 42,2 derajat celcius di Waco di antara lebih dari selusin rekor suhu harian yang dipecahkan pada akhir pekan di kota-kota di Texas, Colorado, Oklahoma, dan Arkansas.

Sebuah "kubah panas", area tekanan tinggi yang memerangkap panas, telah disalahkan atas lonjakan musim panas. Warga Texas yang mengalami rekor suhu dan kelembaban tinggi telah didesak untuk menghemat energi karena jaringan listrik berjuang untuk mengatasi kenaikan permintaan.

Suhu di Texas diperkirakan akan turun pada akhir minggu sementara di Arizona meningkat, mencapai 45 derajat celcius di ibu kota negara bagian, Phoenix, pada Jumat pekan lalu.

Di Eropa, Spanyol berada dalam cengkeraman gelombang panas kedua musim panas. Suhu di beberapa bagian selatan dan barat daya negara itu akan mencapai atau melebihi 44 derajat celcius pekan ini.

Spanyol mencatat suhu tertinggi Agustus lalu, 47,4 derajat celcius di kota Andalusia, Montoro. Di seberang perbatasan di Portugal, suhu mencapai 44  derajat celcius akhir pekan lalu, memicu kebakaran hutan, dengan awan asap besar terlihat di ibu kota, Lisbon. Suhu 44 derajat celcius diperkirakan akan muncul untuk kota tenggara Evora.

Tak hanya Spanyol, Prancis juga mencatat suhu panas di atas 30 derajat celsius di sebagian besar negara, menurut peramal cuaca nasional Météo-France. Dikatakan bisa mencapai 39 derajat celcius di beberapa bagian Prancis, menambahkan bahwa gelombang panas diperkirakan akan memuncak antara Sabtu dan Selasa depan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

China Makin Pening, Covid Belum Kelar Ada Bencana Horor Baru


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading