Internasional

Gegara Karaoke, Shanghai Lakukan Tes Covid Massal (Lagi)

News - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
05 July 2022 20:10
Warga mengenakan masker pelindung berbicara dengan petugas keamanan dan pekerja dengan pakaian pelindung di area berpagar di mana pembatasan untuk mengekang penyakit virus corona (COVID-19) diberlakukan, di Shanghai, Cina 6 Juni 2022. (REUTERS/ALY SONG)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kota Shanghai di China pada Selasa (5/7/2022) mengumumkan dua putaran baru tes massal Covid-19 bagi 25 juta penduduknya selama periode tiga hari. Diambilnya keputusan tersebut karena perlunya melacak infeksi yang terkait dengan wabah di ruang karaoke.

Pemerintah kota mengatakan di akun WeChat resminya bahwa semua penduduk di 9 dari 16 distrik kota akan diuji dua kali dari Selasa hingga Kamis. Orang-orang di beberapa bagian dari tiga distrik lain juga harus menjalani tes.

Pengujian diperlukan karena beberapa penularan Covid-19 yang ditemukan minggu ini ada di ruang karaoke, yang telah dikunjungi oleh penduduk dari beberapa distrik.


"Tidak ada rumah tangga atau orang yang boleh dilewatkan," kata pemerintah kota tentang pengujian tersebut, dikutip dari Reuters, Selasa (5/7/2022).

Selama pengujian, orang yang tinggal di distrik yang terkena dampak akan diminta untuk menunjukkan tes yang diambil dalam dua hari terakhir untuk meninggalkan rumah mereka.

Lockdown dan pengujian massal berulang kali terjadi di China. Ini merupakan bagian dari kebijakan nol-Covid yang bertujuan untuk memberantas semua wabah.

Upaya ini tercatat telah menurunkan jumlah kasus, tetapi banyak dari tindakan tersebut memicu kemarahan dan berdampak pada perekonomian.

Shanghai melaporkan delapan kasus Covid lokal baru pada hari sebelumnya, tujuh di antaranya ditemukan di daerah karantina.

Pemprov setempat juga mewajibkan semua kecamatan menggelar tes massal setiap akhir pekan hingga akhir Juli. Warga juga perlu melakukan tes setiap tiga hari sekali agar bisa masuk ke area publik seperti pusat perbelanjaan atau naik angkutan umum.

Meskipun kota terpadat di China telah mencabut lockdown selama dua bulan, namun Shanghai masih memberlakukan pembatasan yang ditargetkan pada pergerakan setiap kali kasus Covid ditemukan di luar area yang dikarantina.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gawat! Kasus Covid di China Meledak, Cetak Rekor Tertinggi


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading