Internasional

Ngeri Inflasi! Australia Kerek Suku Bunga 3 Bulan Beruntun

News - luc, CNBC Indonesia
05 July 2022 14:20
Reserve Bank of Australia Foto: REUTERS/Jason Reed

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Sentral Australia kembali menaikkan suku bunga acuan guna menekan inflasi yang terus melambung. Kenaikan tersebut menjadi yang ketiga kali secara berturut-turut dalam pertemuan bulanan Reserve Bank of Australia (RBA).

Menutup pertemuan pada Selasa (5/7/2022), RBA menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 1,35%, menandai kenaikan 125 basis poin sejak Mei dan rangkaian pergerakan tercepat sejak 1994.

"Dewan akan mengambil langkah lebih lanjut dalam proses normalisasi kondisi moneter di Australia selama beberapa bulan ke depan," kata Gubernur RBA Philip Lowe dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters.


Lowe yakin ekonomi dapat menahan guncangan karena tingkat pengangguran berada di posisi terendah dalam lima dekade, yakni 3,9% seiring dengan adanya lowongan pekerjaan tertinggi sepanjang masa. Permintaan rumah tangga juga bertahan dengan baik, sebagian berkat penghematan ekstra sebesar 260 miliar dolar Australia (US$ 178,59 miliar) yang terakumulasi selama penguncian pandemi.

Namun, biaya pinjaman yang lebih tinggi pasti akan menjadi hambatan pada daya beli, mengingat rumah tangga berutang 2 triliun dolar Australia dalam utang hipotek.

Kenaikan yang dilakukan sejauh ini akan menambah sekitar 400 dolar per bulan dalam pembayaran hipotek rata-rata 620.000 dolar, dan itu di luar biaya energi, bensin, kesehatan, dan makanan yang lebih tinggi.

"Tarif diperkirakan akan naik, dan mereka diperkirakan akan 'menggigit'," tutur Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers.

Adapun, data resmi tentang inflasi untuk kuartal kedua akan dirilis akhir bulan ini dan diperkirakan akan menunjukkan kenaikan hingga 6% atau lebih, tingkat yang tidak terlihat sejak pajak penjualan nasional diperkenalkan kembali pada tahun 2000.

Inflasi inti juga kemungkinan akan berakselerasi melewati 4,0% dan makin jauh dari kisaran target RBA sebesar 2%-3%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Hantu' Inflasi Bikin Ngeri, Australia Siap Kerek Suku Bunga


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading