Jangan Kaget! Inflasi di Negara Ini Tembus 200%

News - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
05 July 2022 07:20
daging (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi menjadi masalah baru bagi perekonomian dunia. Banyak negara mengalami lonjakan harga-harga yang signifikan, terutama dipicu item energi dan pangan.

Guna meredam inflasi, bank sentral agresif menaikkan suku bunga. Dengan suku bunga yang semakin tinggi, maka ekspansi dunia usaha akan melambat, ditambah daya beli masyarakat yang tergerus inflasi, maka resesi pun mengancam dunia.

Indonesia juga tidak lepas dari inflasi tinggi, meski masih lebih baik ketimbang negara lainnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Jumat pekan lalu melaporkan inflasi berdasarkan consumer price index (CPI) pada bulan Juni tercatat tumbuh 4,45% year-on-year (yoy), menjadi yang tertinggi dalam 5 tahun terakhir.


Kenaikan inflasi tersebut terjadi akibat kelompok volatile yang menembus 10,07% (yoy). Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak Desember 2014 atau 7,5 tahun terakhir. Jika dilihat lagi inflasi volatile meroket di item bahan makanan yang mencapai dan 9,57% (yoy).

Di bandingkan negara G20, inflasi Indonesia masih termasuk rendah. Selain Indonesia, ada 4 negara lagi yang inflasinya lebih rendah. Berdasarkan data terakhir, China menjadi negara dengan inflasi terendah di antara G20, sebesar 2,1%, selanjutnya ada Arab Saudi (2,2), Jepang (2,5%) dan Swiss (3,4%).

Turki menjadi negara G20 dengan inflasi paling tinggi. Pada bulan Juni, inflasi di negara yang dipimpin Recep Tayyip Erdogan tersebut tercatat melesat 78,62% (yoy) yang merupakan titik tertinggi dalam 24 tahun terakhir.

Tingginya harga minyak mentah dan komoditas energi lainnya menjadi salah satu penyumbang inflasi, selain juga harga pangan.

Inflasi sektor transportasi dilaporkan melesat lebih dari 123%, kemudian harga makanan naik nyaris 94%.

Inflasi di Turki diperparah dengan jebloknya nilai tukar lira hingga 21% sepanjang tahun ini melawan dolar AS. Meski lira jeblok dan inflasi meroket, bank sentral Turki (CBRT) masih enggan menaikkan suku bunga.

Justru, salah satu pemicu tingginya inflasi adalah CBRT yang di akhir tahun lalu agresif memangkas suku bunga saat inflasi lebih tinggi. Beberapa bulan sebelum akhir 2021 inflasi di Turki nyaris mencapai 20%, CBRT malah terus memangkas suku bunga dari sebelumnya 19% kini menjadi 14%.

Pemangkasan suku bunga yang dilakukan CBRT tahun lalu juga tak lepas dari intervensi Erdogan dengan mengganti gubernur bank sentralnya yang sebelumnya menaikkan suku bunga.

Presiden Erdogan yang anti dengan suku bunga tinggi. Erdogan bahkan menyebut suku bunga tinggi merupakan "biangnya setan".

Jika inflasi di Turki sudah bikin "gigit jari", jangan kaget melihat inflasi di negara di luar G20 yang mencapai 3 dijit.

Lebanon menjadi negara dengan inflasi tertinggi di dunia. Data dari Trading Economics menujukkan inflasi pada Mei tercatat melesat 211% (yoy). Kenaikan harga-harga tersebut bukan yang tertinggi bagi Lebanon. Rekor inflasi tertinggi tercatat pada Januari lalu yang meroket nyaris 240%!

Selain Lebanon ada Sudan yang inflasinya mencapai 192% begitu juga dengan Zimbabwe. Venezuela dan Suriah melengkapi 5 negara dengan inflasi 3 dijit, masing-masing 167% dan 139%.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terimbas Perang, Inflasi Turki Melonjak ke 69,97%


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading