Internasional

Ini Dia 9 Negara yang Sudah Ambil 'Tindakan' Lawan Inflasi

News - luc, CNBC Indonesia
04 July 2022 17:40
FILE PHOTO: Bank of Canada Governor Stephen Poloz walks to a news conference in Ottawa, Ontario, Canada, April 18, 2018. REUTERS/Chris Wattie

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah negara di dunia telah dihantam oleh inflasi tinggi pada tahun ini, sebagai buntut dampak pandemi Covid-19 dan perang Rusia di Ukraina.

Beberapa bank sentral pun sudah menaikkan suku bunga acuannya untuk menghindari tekanan inflasi lebih lanjut.

Berikut sejumlah negara yang sudah mengambil tindakan dengan menaikkan suku bunganya, dikutip dari Reuters, Senin (4/7/2022).


1. Amerika Serikat

Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menaikkan suku bunganya hingga 75 basis poin atau 0,75% ke kisaran 1,5%-1,75% pada Juni 2022. Langkah itu diambil beberapa hari setelah inflasi AS mencapai 8,6% atau yang tertinggi dalam hampir 41 tahun terakhir.

The Fed juga mengurangi simpanan aset senilai US$ 9 triliun yang terakumulasi selama pandemi.

2. Selandia Baru

Reserve Bank of New Zealand menaikkan suku bunga resminya sebesar 50 bps menjadi 2% pada 25 Mei. Itu adalah level tertinggi sejak 2016. Kenaikan suku bunga itu juga menjadi yang kelima secara berturut-turut.

Hal ini turut memproyeksikan tingkat suku bunga menjadi dua kali lipat menjadi 4% pada 2023 dan tetap bertahan hingga 2024.

Inflasi Selandia Baru mencapai level tertinggi dalam tiga dekade, yakni sebesar 6,9% pada kuartal I-2022, jauh lebih tinggi dari target sebesar 1%-3%.

3. Kanada

Bank of Canada (BoC) memberikan kenaikan suku bunga 50 bps kedua berturut-turut menjadi 1,5% pada 1 Juni, dan mengatakan akan "bertindak lebih tegas" jika diperlukan.

Dengan inflasi April di 6,8%, Gubernur Tiff Macklem tidak mengesampingkan kenaikan 75 bps atau lebih besar dan mengatakan suku bunga bisa naik di atas kisaran netral 2% -3% dalam satu periode.

4. Inggris

Bank of England (BoE) menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada 16 Juni, kenaikan suku bunga kelima sejak Desember, menjadi 1,25%, tertinggi sejak Januari 2009.

Dengan tingkat inflasi yang menuju di atas 11%, tidak menutup kemungkinan akan ada kebijakan yang lebih ketat untuk mengatasinya.

5. Norwegia

Norwegia menjadi negara maju besar pertama yang memulai siklus kenaikan suku bunga tahun lalu, menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada 23 Juni menjadi 1,25%. Itu adalah kenaikan tunggal terbesar sejak 2002.

Bank Norges berencana untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada masing-masing dari empat pertemuan kebijakan yang tersisa pada 2022, meskipun kenaikan yang lebih besar juga dimungkinkan, kata Gubernur Ida Wolden Bache.

6. Australia

Dengan pemulihan ekonomi yang terjaga dan inflasi pada level tertinggi dalam 20 tahun sebesar 5,1%, Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga secara mengejutkan sebesar 50 bps pada 6 Juni. Itu adalah langkah kedua berturut-turut RBA setelah bersikeras selama berbulan-bulan bahwa mereka akan menahan kebijakan suku bunganya.

7. Swedia

Riksbank Swedia menyampaikan kenaikan suku bunga 50 bps atau 0,5% pada 30 Juni menjadi 0,75%. Langkah itu adalah yang terbesar di Swedia dalam lebih dari 20 tahun.

Baru-baru ini pada Februari, Riksbank telah memperkirakan kebijakan yang tidak berubah hingga 2024, tetapi gubernur Stefan Ingves sekarang memperkirakan suku bunga akan mencapai 2% pada awal 2023 dan mengatakan kenaikan 75 bps dimungkinkan.

8. Zona Euro

Dengan inflasi zona Euro mencapai 8,6% pada bulan Juni, Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada tanggal 21 Juli untuk pertama kalinya sejak 2011 dan lagi pada bulan September.

Bank juga mempercepat implementasi instrumen untuk menahan fragmentasi pasar obligasi di dalam blok tersebut. Mulai 1 Juli juga ECB akan menggunakan dana dari obligasi Jerman, Prancis, dan Belanda yang jatuh tempo untuk membeli surat utang dari pasar yang lebih lemah seperti Italia.

9. Swiss

Pada 16 Juni, Bank Nasional Swiss (SNB) secara tak terduga menaikkan suku bunganya yang sebesar -0,75%, terendah di dunia, sebesar 50 bps.

Kelemahan franc baru-baru ini telah berkontribusi mendorong inflasi Swiss menuju angka tertinggi dalam 14 tahun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Inflasi 'Terbang', Sudah Saatnya BI Naikkan Bunga?


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading