Internasional

Tiba-tiba Janet Yellen Telepon Wakil PM China, Ada Apa?

News - sef, CNBC Indonesia
05 July 2022 13:00
Treasury Secretary Janet Yellen speaks during a meeting with President Joe Biden and business leaders about the debt limit in the South Court Auditorium on the White House campus, Wednesday, Oct. 6, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengadakan pertemuan virtual dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He, Selasa (5/7/2022). Keduanya membahas tantangan ekonomi global, terutama mengenai rantai pasokan.

"Kedua belah pihak sepakat bahwa ketika ekonomi dunia menghadapi tantangan berat, sangat penting untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi kebijakan makro antara China dan AS," tulis kantor berita resmi China Xinhua melaporkan.

"Bersama-sama menjaga stabilitas industri global dan rantai pasokan adalah untuk kepentingan kedua negara serta seluruh dunia," tambah media itu lagi seraya mengatakan panggilan video itu dilakukan atas permintaan AS.


Pembicaraan keduanya juga dikatakan Kementerian Keuangan AS. Yellen dan Liu disebut membahas perkembangan makroekonomi dan keuangan AS dan China, prospek ekonomi global di tengah kenaikan harga komoditas dan tantangan ketahanan pangan.

"Yellen terus terang mengangkat masalah yang memprihatinkan termasuk dampak perang Rusia melawan Ukraina pada ekonomi global dan praktik ekonomi non-pasar (Cina) yang tidak adil," tambah kementerian lagi.

China sendiri telah berulang kali menolak untuk mengutuk serangan Rusia ke Ukraina. Tirai Bambu telah dituduh memberikan perlindungan diplomatik untuk Moskow dengan mengecam sanksi Barat dan penjualan senjata ke Ukraina.

Bye Perang Dagang?

Di sisi lain, AS sendiri tengah bergelut dengan tingginya inflasi. Bulan lalu, negeri itu mencatat indeks harga konsumen 8.6% (yoy),

Dengan inflasi tertinggi selama 40 tahun, pemerintah Joe Biden mencoba dan menemukan cara untuk mengurangi tekanan harga. Di antara opsinya adalah menghilangkan beberapa tarif perdagangan yang dikenakan pada China oleh pendahulu Biden, Donald Trump.

Trump menganggap China telah melakukan perdagangan yang tidak asil. AFP menulis, keputusan baru pasti akan segera datang mengingat beberapa aturan Trump akan berakhir 6 Juli kecuali diperbarui.

"Dalam panggilan telepon dengan Yellen Selasa, China menyatakan fokusnya ke pencabutan tarif tambahan di China dan sanksi oleh pihak AS," tulis Xinhua.

Pembicaraan Yellen dan Liu diharapkan akan berlanjut dengan komunikasi Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping. Komunikasi keduanya secara virtual terjadi akhir tahun lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perang Meluas? AS Warning China soal Rusia-Ukraina


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading