Green Economic Forum 2022

Harga Komoditas Melonjak, Transisi Energi Hijau RI Tertunda?

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
29 June 2022 10:23
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong (CNBC TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis energi yang tengah melanda dunia membuat harga komoditas melambung. Hal ini pun membuat komoditas Indonesia, seperti batu bara, diminati oleh banyak negara.

Meski demikian, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong memastikan kondisi ini tidak berimbas pada upaya pemerintah beralih ke energi hijau dan energi baru terbarukan (EBT).

"Kondisi ini disebut windfall profit karena kenaikan harga energi. Kondisi ini tidak masalah jika keuntungannya digunakan investasi dalam mempercepat industri atau energi hijau dalam negeri," ujar Alue dalam CNBC Indonesia Green Economic Forum, Rabu (29/6/2022).


Dia mengungkapkan keuntungan bisa dilakukan untuk mempercepat transformasi energi hijau di Indonesia dan mempercepat laju industri hijau.

"Bukan justru keenakan karena harga energi global, karena demand yang besar menyebabkan malah kita mengeksploitasi berlebihan. Justru harus investasi untuk mengembangkan energi terbarukan," ujarnya.

Alue mengatakan kehadiran kendaraan listrik yang mulai terlihat di jalan, dan pembangunan pabrik baterai menjadi salah satu upaya nyata mempercepat transformasi.

"Momentum ini membuat kita memperoleh profit besar. Ini juga menjadi momentum membangun industri hijau di dalam negeri," tegas dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Siap-siap RI, Migas Sampai Emas Terancam Langka Imbas Perang


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading