Beli Minyak Goreng Boleh Pinjam KTP, Begini Penjelasannya

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
28 June 2022 20:24
Karyawan Pasar Jaya mensosialisasikan kepada pedagang minyak di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (27/6/2022). Aplikasi PeduliLindungi saat ini menjadi syarat untuk membeli minyak goreng curah, sesuai dengan kebijakan pemerintah yang baru. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Karyawan Pasar Jaya mensosialisasikan kepada pedagang minyak di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (27/6/2022). Aplikasi PeduliLindungi saat ini menjadi syarat untuk membeli minyak goreng curah, sesuai dengan kebijakan pemerintah yang baru. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat masih bisa meminjam Nomor Induk Kependudukan atau PeduliLindungi orang lain untuk membeli minyak goreng. Pasalnya saat ini pembelian minyak goreng dibatasi 10 kilogram per orang.

Plt Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmad Kaimuddin menjelaskan, alasan penerapan aturan 10 kilogram per NIK untuk memenuhi kebutuhan Usaha Kecil Menengah (IKM). Sehingga pembelian di atas itu bisa dilakukan dengan memakai NIK orang lain.

"Keputusan pembelian 10 kilogram untuk cover kebutuhan UMK, karena untuk rumah tangga rata-rata gak sebesar itu. Saat ini kita buka dulu untuk cover banyak pelaku. Ke depan baru kita akan lihat bedakan UMK dan masyarakat biasa. Nanti kita buat tier-nya. Ini masa transisi sampai beberapa minggu ke depan," katanya dalam konferensi pers, Selasa (28/6/2022).


Dia juga menjawab mengenai jika ada masyarakat yang memakai NIK orang lain untuk membeli minyak goreng tentu hal ini masih diperbolehkan.

"Mengenai pinjam NIK kalau menurut kami setiap manusia yang punya NIK punya hak membeli kalo hak tersebut dipinjamkan orang, itu bukan sesuatu yang kita regulate," jelasnya.

Dia menjelaskan hal ini hanya sementara, dimana pemerintah tidak mau menyulitkan kebutuhan masyarakat. Tapi jika ada kebutuhan yang sangat besar pada satu toko nanti hal itu akan didata dan diawasi oleh Satuan Tugas Pangan.

"Jadi saat ini kita buka dulu dan tidak over regulate nanti menyulitkan kita lihat dulu behaviour-nya," jelasnya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menjelaskan, sebelumnya memang ada gangguan distribusi di tingkat pengecer. Namun saat ini dengan aturan jelas pembeli by name dan by address pihaknya tidak khawatir adanya spekulan.

"Saya paham memang bisa lebih (pembelian) tapi memang wajar kalo ada yang membutuhkan lebih. Tapi jangan sampai dari pengalaman sebelumnya, nyampe masyarakat barang hilang," jelasnya.

Yang jelas, imbuh dia, saat ini pihaknya memastikan pasokan 300 ribu ton minyak goreng curah tersedia. Juga menghindari spekulan menimbun minyak goreng yang diantisipasi dengan pembelian by name by address.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pak Luhut, Yakin Nih Beli Minyak Goreng Wajib PeduliLindungi?


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading