WHO Umumkan Status Terbaru Cacar Monyet: Bukan Pandemi!

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
26 June 2022 07:40
Telapak tangan pasien kasus cacar monyet dari Lodja, sebuah kota yang terletak di dalam Zona Kesehatan Katako-Kombe, terlihat selama penyelidikan kesehatan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1997. (via REUTERS/CDC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa wabah cacar monyet belum menjadi darurat kesehatan masyarakat global. Namun, WHO menyebut wabah tersebut merupakan ancaman yang berkembang.

Pernyataan itu disampaikan WHO setelah menggelar pertemuan tertutup dengan para ahli. Mereka membahas kemungkinan apakah cacar monyet bisa berkembang menjadi darurat kesehatan global.


Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berpesan agar pemerintah di berbagai belahan dunia dapat meningkatkan pengawasan, pelacakan kontak, hingga pengujian untuk memastikan orang berisiko dapat memiliki akses vaksin dan perawatan antivirus.

"Setidaknya, ada 3.000 kasus cacar monyet di lebih dari 59 negara telah diidentifikasi sejak awal Mei," merujuk pada data WHO, seperti dikutip CNBC International, Minggu (26/6/2022).

Mereka memberi tahu saya bahwa saat ini bahwa kejadian itu bukan Public Health of International Concern [PHEIC]Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom

WHO sendiri telah membentuk komite darurat untuk menentukan tingkat ancaman cacar monyet yang kini tengah dihadapi komunitas internasional. Mereka akan bertugas untuk mempertimbangkan status darurat global dalam kasus cacar monyet.

"Komite darurat berbagai keprihatinan serius tentang skala dan kecepatan wabah saat ini," kata Tedros.

Tedros menegaskan bahwa masih banyak hal yang belum diketahui terkait penyebaran kasus, ditambah dengan kesenjangan data. Pernyataan ini mewakili konsensus antara anggota komite yang berbeda pendapat.

Sebuah gambar yang dibuat selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), 1996 hingga 1997, menunjukkan tangan seorang pasien dengan ruam akibat cacar monyet. (via REUTERS/CDC/BRIAN W.J. MAHY)Foto: Sebuah gambar yang dibuat selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), 1996 hingga 1997, menunjukkan tangan seorang pasien dengan ruam akibat cacar monyet. (via REUTERS/CDC/BRIAN W.J. MAHY)

"Secara keseluruhan, dalam laporan itu, mereka memberi tahu saya bahwa saat ini bahwa kejadian itu bukan Public Health of International Concern [PHEIC], yang merupakan tingkat peringatan tertinggi yang dapat dikeluarkan WHO," kata Tedros.

Cacar monyet sendiri saat ini telah menyebar di sebagian wilayah terpencil di Afrika Barat dan Tengah. Setidaknya, sudah ada 84% kasus yang dilaporkan akibat terkena cacar monyet di wilayah Eropa.

Tedros mengatakan yang membuat penyakit ini menjadi mengkhawatirkan adalah penyebarannya yang begitu cepat. Wabah ini bermigrasi dan risiko penularan lebih lanjut ke populasi yang lebih rentan.

"Termasuk orang-orang yang mengalami gangguan kekebalan, wanita hamil, dan anak-anak," kata Tedros.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Penampakan Cacar Monyet yang Kini Disorot WHO


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading