Eks Bos WHO Ungkap Penyebab yang Bikin Covid-19 RI Naik Lagi

News - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
25 June 2022 14:15
Pertemuan Dirjen WHO dan Jokowi

Jakarta, CNBC Indonesia - Belakangan ini, Kasus harian COVID-19 RI terus merangkak bahkan mendekati 2.000 kasus. Ini menjadi penambahan tertinggi sejak kasus harian sempat turun hingga di bawah 1.000 di bulan April lalu.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, seperti dikutip Jumat (24/5/2022), kasus harian tertinggi terjadi pada 22 Juni yakni sebanyak 1.985 kasus, yang menjadi penambahan tertinggi sejak April.

Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama, memberi beberapa catatan soal kenaikan kasus COVID-19 yang dialami Indonesia dalam sepekan terakhir. "Tinggi sekali, dan jelas perlu waspada," kata Eks Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama.


Setidaknya, ada lima hal yang perlu diwaspadai kala kasus Covid-19 meningkat. Pertama, dari sisi jumlah tes yang rendah dan membuat pemerintah kian sulit menilai perkembangan perangai virus. "Ini juga sebabnya WHO menyebut ada 3 skenario virus di 2022 [base, best, worse] dan kita belum tahu mana yang akan terjadi," jelasnya.

Kedua, penggunaan masker di luar ruangan yang masih diperlukan. Kendati kewajiban masker luar ruangan telah dilonggarkan, namun masyarakat harus lebih berhati-hati dan tetap menggunakan masker. "Tentu protokol kesehatan umum harus jadi perhatian," katanya.

Ketiga, perlu upaya surveilans yang ketat dan penyelidikan epidemiologi yang terus ditingkatkan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka pengendalian kasus Covid-19. "Keempat adalah vaksinasi lengkap. Kita masih 60-an persen. Dan booster bahkan masih 23%. Jelas harus ada upaya khusus untuk ditingkatkan," jelasnya.

Terakhir, salah satu kenaikan kasus dipicu dari kemunculan BA.4 dan BA.5. Meskipun subvarian Omicron ini jauh lebih ringan, namun sejumlah negara melaporkan kasus yang cukup berat akibat varian tersebut. "Kita belum sepenuhnya tahu tentang ada tidaknya, dampak jangka panjang pada ribuan orang yang di bulan Juni sudah tertular Covid-19," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Simak Prediksi Terbaru WHO Soal Kapan Pandemi Covid Berakhir


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading