Internasional

Mimpi Buruk Lain Ekonomi China Akibat Covid-19, Apa Itu?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
23 June 2022 21:37
Workers dismantle barriers at a residential area, as the city prepares to end the lockdown placed to curb the coronavirus disease (COVID-19) outbreak in Shanghai, China May 31, 2022. REUTERS/Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - China kini mendapatkan mimpi buruk. Pasalnya para lulusan dari Negeri Tirai Bambu terpaksa memasuki pasar kerja terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

Melansir Reuters, aturan pembatasan Covid-19 China menekan ekonomi yang sudah melambat karena penurunan pasar properti, kekhawatiran geopolitik dan tindakan keras peraturan pada teknologi, pendidikan, serta sektor lainnya.

Sebuah kelompok lulusan China, yang lebih besar dari seluruh populasi Portugal, dilaporkan akan memasuki salah satu pasar kerja terburuk China dalam beberapa dekade, dimana pengangguran kaum muda sudah lebih dari tiga kali tingkat pengangguran keseluruhan China, pada rekor 18,4%.


"Kontrak sosial antara pemerintah dan rakyat adalah Anda menjauhi politik dan kami akan menjamin bahwa setiap tahun Anda akan melakukan lebih baik dari tahun lalu," kata Michael Pettis, Profesor Keuangan di Universitas Peking.

"Jadi kekhawatirannya adalah begitu jaminan itu rusak, apa lagi yang harus diubah?" tambahnya.

Sementara Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan menstabilkan pasar kerja bagi lulusan adalah prioritas utama pemerintah. Perusahaan yang memberikan pos magang kepada lulusan baru akan menerima subsidi, di atas fasilitas lain yang bertujuan untuk meningkatkan lapangan kerja secara umum.

Beberapa pemerintah daerah telah menawarkan pinjaman murah kepada lulusan yang ingin memulai bisnis mereka sendiri. Perusahaan-perusahaan yang didukung negara diperkirakan akan mengambil sebagian dari kekurangan pekerjaan tingkat pemula di sektor swasta.

Rockee Zhang, Managing Director Greater China di perusahaan rekrutmen Randstad, mengatakan pasar pekerjaan entry-level China bahkan lebih buruk daripada selama krisis keuangan global 2008-09, memperkirakan pekerjaan baru turun 20-30% dari tahun lalu.

"Tahun ini adalah titik terendah, terendah yang pernah saya lihat," kata Zhang, yang telah menjadi perekrut selama dua dekade.

Zhilian Zhaopin, perusahaan rekrutmen lainnya mengatakan gaji yang diharapkan juga 6,2% lebih rendah. Sektor teknologi telah menjadi pemberi kerja yang signifikan bagi banyak lulusan China, tetapi tahun ini industri ini memangkas tenaga kerjanya, kata perekrut.

Terkait hal ini, Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial China serta Kementerian Pendidikan belum buka suara soal pasar kerja yang memburuk.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekonomi China Masih 'Jalan Santai', Indonesia Juga?


(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading