Internasional

Xi Jinping "Panggil" Putin hingga Modi Pekan Depan, Ada Apa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
17 June 2022 17:00
Anggota delegasi, yang dipimpin oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping, menghadiri pertemuan di Beijing, China (4/2/2022) (via REUTERS/SPUTNIK)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden China Xi Jinping akan mengadakan pertemuan virtual aliansi ekonomi BRICS pada pekan depan. Pertemuan itu akan dihadiri oleh pemerintah negara-negara anggotanya yakni Rusia, India, Brasil, dan Afrika Selatan (Afsel).

Dalam laporan media China Xinhua, pertemuan itu akan diadakan pada 23 Juni mendatang. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan Xi Jinping akan membawa tema kerjasama ekonomi dalam gelaran itu.

"Tema tahun ini berfokus pada membina kemitraan BRICS berkualitas tinggi (dan) mengantarkan era baru untuk pembangunan global", kata Xinhua dikutip Reuters, Jumat (17/6/2022).


BRICS sendiri merupakan aliansi yang merupakan rumah bagi lebih dari 40% populasi global dan menyumbang hampir seperempat dari produk domestik bruto dunia. Aliansi ini sendiri didirikan pada 2009.

Dalam perjalanannya, China sendiri pada Mei lalu sempat menyatakan ingin negara-negara berkembang lainnya bergabung dengan kelompok itu. Meski begitu, belum jelas siapa yang akan diundang untuk masuk.

"China mengusulkan untuk memulai proses ekspansi BRICS, mengeksplorasi kriteria dan prosedur untuk ekspansi, dan secara bertahap membentuk konsensus," kata menteri luar negeri China Wang Yi Mei lalu.

Sementara itu, pertemuan ini sendiri merupakan pertemuan ekonomi pertama yang melibatkan Rusia sejak Moskow menyerang Ukraina. Diketahui, Rusia saat ini sedang menghadapi embargo ekonomi besar yang dijatuhkan oleh negara-negara Barat.

Secara politik, tiga anggota BRICS yakni China, Afsel, dan India telah abstain dari pemungutan suara PBB untuk mengutuk serangan Rusia ke Ukraina. Beijing dan Delhi sendiri diketahui memiliki hubungan militer yang kuat dengan Rusia dan membeli sejumlah besar minyak dan gasnya.

Di sisi lain, Afsel juga menolak untuk mengutuk tindakan militer Rusia untuk untuk menjaga hubungan ekonomi yang penting.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Bukti China & India Mesra ke Rusia Meski Serang Ukraina


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading