Ini Penyebab Jokowi 'Ngamuk' Lagi Hingga Sebut Bodoh

News - Redaksi, CNBC Indonesia
15 June 2022 10:10
Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022, 14 Juni 2022. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyampaikan kemarahannya atas penggunaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) oleh Kementerian Lembaga (KL). Tak tanggung-tanggung, Jokowi sampai menyebutkan kata bodoh.

Hal tersebut terungkap saat Jokowi memberikan pengarahan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022 di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.


Mulanya, Jokowi menekankan bahwa belanja pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus menciptakan nilai tambah, membangkitkan pertumbuhan ekonomi, dan juga efisien tanpa mengesampingkan kualitas.

"Jangan sampai kita memiliki APBN Rp 2.714 triliun, APBD Rp 1.197 triliun, belinya produk impor," tegas Jokowi, dikutip Rabu (15/6/2022).

Jokowi mengaku miris bahwa belanja pemerintah dan pusat masih kerap digunakan untuk belanja impor. "Saya tau banyak kementerian, banyak daerah yang tidak mau membeli produk dalam negeri alasannya macam-macam. Spec-nya, kualitas enggak baiklah. Alasan banyak sekali," jelasnya

Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022, 14 Juni 2022. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)Foto: Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022, 14 Juni 2022. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022, 14 Juni 2022. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

Padahal, dana yang bersumber dari APBN maupun APBD adalah dana yang ditarik dari rakyat. "Sedih. Ini uang rakyat, uang yang dikumpulkan dari pajak baik PPN, PPh Badan Perorangan, PNBP dengan cara yang tidak mudah, kemudian kita belanja produk impor," tegas Jokowi.

Jokowi mengatakan, ada sekitar 842 produk di dalam e-Katalog yang sebetulnya dapat dipenuhi dari produk dalam negeri. Jokowi pun tak habis pikir masih ada ratusan produk impor di e-Katalog.

"Ini untuk apa? 842 itu drop. Kalau produknya di dalam negeri, sudah ada untuk dipasang," tegasnya.

Jokowi, untuk kesekian kalinya kembali mengucapkan di depan jajarannya. Hadir dalam kesempatan tersebut, sejumlah jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju dan para pemangku kepentingan terkait lainnya.

"Bodoh sekali kita. Maaf. Kita ini pinter-pinter, tapi kalau cara seperti ini, bodoh sekali kita. Saya harus ngomong apa adanya," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Mulai 'Dag Dig Dug' Nih, Defisit APBN Kembali Normal


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading