Internasional

Minyak Rusia Laku Keras, 2 BUMN India Tak Kebagian Jatah

News - luc, CNBC Indonesia
09 June 2022 14:30
Rosneft (REUTERS/DADO RUVIC) Foto: Rosneft (REUTERS/DADO RUVIC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan migas Rusia, Rosneft, mundur dari kesepakatan pengiriman minyak mentah untuk dua perusahaan milik negara India.

Menurut sumber yang mengetahui hal tersebut, kurangnya kesiapan Rosneft dalam memasok minyak sesuai volume yang diinginkan menjadi penyebabnya. Hal itu pun menjadi sinyal bahwa minyak Rusia tetap laku di tengah hujan sanksi yang terus dijatuhkan negara-negara Barat.

Alhasil, kilang minyak India tersebut harus mencari pasokan lain dari pasar spot yang lebih mahal.


India pun sebenarnya cukup 'nekat' ingin memborong minyak Rusia di tengah sanksi Barat tersebut. Tergiur dengan harga yang murah, tiga perusahaan milik negara India, yakni Indian Oil Corp (OIC), Bharat Petroleum Corp (BCPL), dan Hindustan Petroleum (HPCL) membuka pembicaraan dengan Rosneft pada awal tahun ini untuk kesepakatan pasokan selama 6 bulan.

Sejauh ini, hanya IOC yang telah mengikat kesepakatan dengan Rosneft dengan pembelian 6 juta barel minyak Rusia per bulan dengan opsi tambahan 3 juta barel lagi.

Sumber tersebut mengatakan kontrak dengan IOC mencakup pembayaran dalam semua mata uang, termasuk rupee, dolar, dan euro, tergantung pada mekanisme pembayaran yang ada pada saat transaksi dilakukan.

Sementara itu, dua perusahaan lainnya harus mundur dari kesepakatan.

FILE PHOTO: Oil pours out of a spout from Edwin Drake's original 1859 well that launched the modern petroleum industry at the Drake Well Museum and Park in Titusville, Pennsylvania U.S., October 5, 2017. REUTERS/Brendan McDermid/File PhotoFoto: Ilustrasi: Minyak mengalir keluar dari semburan dari sumur 1859 asli Edwin Drake yang meluncurkan industri perminyakan modern di Museum dan Taman Drake Well di Titusville, Pennsylvania AS, 5 Oktober 2017. REUTERS / Brendan McDermid / File Foto

"Rosneft tidak berkomitmen dalam penandatanganan kontrak dengan HPCL dan BPCL. Mereka mengatakan tidak memiliki volume yang diinginkan," kata sumber tersebut kepada Reuters, dikutip Kamis (9/6/2022).

Adapun, Rusia telah meningkatkan ekspor minyak dari pelabuhan timur utama Kozmino sekitar untuk memenuhi lonjakan permintaan dari pembeli Asia dan mengimbangi dampak sanksi Uni Eropa.

Sumber perdagangan mengatakan Rosneft mendorong minyaknya ke pasar melalui perusahaan perdagangan seperti Everest Energy, Coral Energy, Bellatrix, dan Sunrise.

Menurut data pengiriman yang dikutip oleh dua pedagang di pasar Ural, keempat perusahaan perdagangan bertindak sebagai pemasok minyak mentah yang dibeli dari Rosneft ke India.

Tak hanya India, China juga telah meningkatkan pembeliannya dari Rusia. Rosneft telah memberikan 900.000 ton (6,66 juta barel) pemuatan minyak mentah ESPO Blend pada bulan Juni kepada Unipec, cabang perdagangan kilang minyak terkemuka Asia Sinopec Corp.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rusia Obral Minyak, Yakin RI Mau Beli?


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading