Bappebti Dituding Terima Setoran, Ini Respons Wakil Pialang

News - Damiana Cut Emeria, CNBC Indonesia
09 June 2022 06:55
Logo Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)

Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Aimah Nurul Anam mengungkapkan, ada oknum dalam Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menerima setoran dalam jumlah besar dari operator robot trading. Akibatnya, penghimpunan dana secara ilegal dengan modus investasi itu terus merajalela.

Pengamat dan Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi pun menampik pernyataan Mufti tersebut. Dia mengatakan, tidak mungkin pejabat atau orang yang bekerja di Bappebti menerima setoran dari pelaku trading ilegal.

"Itu mustahil terjadi, mau bagaimana pun caranya. Karena, Bappebti itu hanya menaungi para pialang berjangka legal. Dia nggak akan mau berurusan dengan yang ilegal. Dan, untuk menjadi pialang berjangka ilegal dan diakui Bappebti itu tidak gampang dan biayanya besar," kata Ibrahim kepada CNBC Indonesia, Rabu (8/6/2022).


Karena itu, dia menambahkan, pernyataan Mufti tidak berdasar.

"Sesuai Undang-Undang (UU) No 32/1997 yang direvisi jadi UU No 10/2011 tentang Perdagangan Berjangka, nggak mungkin Bappebti itu melindungi pialang ilegal. Menurut saya itu hanya asal nyeplos, nggak paham soal aturan perdagangan berjangka," tukas Ibrahim.

Dia mengatakan, tugas Bappebti adalah mengumumkan status legal tidaknya suatu perusahaan pialang berjangka. Dan, robot trading, kata dia, produk dari pialang berjangka ilegal.

"Nggak mungkin ada kongkalikong...  Jangan-jangan si pengacaranya nggak tau itu setoran dikasih ke siapa."Ibrahim Assuaibi, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka

"Dan pejabat di Bappebti itu sangat kesal dengan pialang ilegal, bahkan dianggap musuh. Jadi, saya juga sering ngobrol soal perdagangan berjangka ini dengan bahkan pejabat atau DPR, memang mereka tidak paham. Makanya ngomong begitu, karena memang nggak tahu," ujar dia.

Dia berbalik mempertanyakan alasan Mufti dibalik pernyataan yang dilontarkannya saat rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Rabu (8/6/2022).

"Nggak mungkin ada kongkalikong, karena kalau sesuai aturan seharusnya robot trading itu ke konsultan investasi. Tapi, sampai sekarang tidak ada SK soal konsultan investasi dan jadinya nggak berjalan. Jangan-jangan si pengacaranya nggak tau itu setoran dikasih ke siapa," kata Ibrahim.

Dana Bisa Balik?

Di sisi lain, Ibrahim menambahkan, dana hasil penipuan investasi robot trading dan sejenisnya, tidak mungkin dikembalikan ke korban.

"Dari sejarah yang sudah-sudah, setahu saya nggak pernah tuh dana kembali ke korban. Korban penipuan umroh plus dulu apa benar ada kembali ke korban? Ini juga begitu. Sepertinya akan masuk ke kas negara sebagai pendapatan di luar pajak," kata Ibrahim.

Dana tersebut, ujarnya, akan dianggap sebagai hasil kerugian investasi.

"Karena ada transaksi, lalu untung rugi, dana masuk, lalu hilang. Jadi nggak bisa balik ke korban, nggak mungkin. Memangnya aset koruptor yang disita KPK tahu mereka dari mana itu? Kan masuk pendapatan negara bukan pajak," ujar Ibrahim.

Sebelumnya, Mendag Lutfi merespons usulan Mufti mengatakan, pengembalian uang korban penipuan investasi bodong bisa saja dilakukan. Untuk itu, Lutfi mengatakan, akan berkonsultasi dengan pihak kepolisian.

"Saya akan berkonsultasi dengan kepolisan bagaimana proses hukumnya. Karena ini adalah sistem ponzi, dimana begitu dibayarkan, uang itu akan habis dalam sistem. Kalau pun ada dana tersisa, saya akan koordinasikan bagaimana hukumnya," kata Lutfi saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Komisi VI DPR RI raker dengan Menteri Perdagangan RI (Tangkapan layar)Foto: Komisi VI DPR RI raker dengan Menteri Perdagangan RI (Tangkapan layar)
Anggota Komisi IV DPR Mufti Anam mengatakan ada oknum Bappebti terima setoran besar dari robot trading. (Tangkapan layar)

"Saya akan coba bagaimana mengembalikan ke orang-orang yang dirugikan. Karena itu uang mereka, semestinya dikembalikan ke korban," ujar Lutfi.

"Saya ketemu dengan kuasa hukum robot trading itu. Katanya mereka setor tiap bulan, nggak kecil. Karena itu harapan kami pak Menteri tolong dalami. Ada oknum di Bappebti," kata Mufti saat rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, Selasa (7/6/2022).

Selain melontarkan pernyataan soal oknum Bappebti, dalam raker tersebut, Mufti juga meminta agar ada pengembalian dana korban penipuan robot trading.

"Saya ketemu dengan kuasa hukum robot trading itu. Katanya mereka setor tiap bulan, nggak kecil. Karena itu harapan kami pak Menteri tolong dalami. Ada oknum di Bappebti," kata Mufti saat rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, Selasa (7/6/2022).

"Saya juga berharap kalau bisa duit mereka balik. Memang nasi sudah menjadi bubur. Saya lihat dana DNA Pro itu masih ada beberapa. Minimal, duit mereka yang masih belum pernah menikmati keuntungan, itu diprioritaskan," lanjut Mufti.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Catat! Sudah Ada 229 Kripto Legal, Di Luar Ini Ilegal


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading