DPR: Ada Oknum Bappebti Terima Uang dari Robot Trading

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
08 June 2022 16:00
Infografis: Bappebti Atur Robot Trading, Bakal Ada yang Legal? Foto: Infografis/Bappebti Atur Robot Trading, Bakal Ada yang Legal?/Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Maraknya penipuan robot trading sampai juga ke wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Anggota DPR RI Komisi VI Mufti Anam sebelumnya meminta maaf karena selama ini kurang perhatian terhadap Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Namun baru-baru ini, Mufti mulai mendalami dan mencari tahu, bahkan dia mengungkapkan kalau beberapa orang Bappebti tiap bulan menerima fee yang cukup besar dari salah satu robot trading.

"Ketika saya ketemuan dengan salah satu kuasa hukum robot trading ini mereka cerita setor tiap bulan dan itu tidak kecil fee yang disetor (ke Bappebti)," ujar Mufti dalam rapat kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag), dikutip Rabu (8/6/2022).


Menurut Mufti, bahkan Ketua Bappebti sebelum Plt Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko pun turut terlibat dengan robot trading.

"Kemarin saya buka data di sini Kepala Bappebti yang lama itu ikut juga di robot trading. Yang ngasih data bukan orang biasa itu. Dia berinvestasi di robot trading yang salah satu, yang saya tidak bisa sebutkan. Ternyata di Bappebti ketika dalam situasi normal mereka ternyata setor duit Pak Menteri," ungkap Mufti tanpa merinci siapa Kepala Bappebti yang dimaksud.

Adapun Plt. Kepala Bappebti sebelum Didid, ialah Indrasari Wisnu Wardhana yang saat ini ditetapkan jadi tersangka kasus ekspor minyak sawit mentah (CPO). Indrasari saat itu juga menjadi Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag.

Selain itu, Mufti mengatakan jika orang-orang Bappebti saat ini gagap terhadap teknologi. Hal itu dimanfaatkan oleh robot trading untuk menipu masyarakat. Dia pun meminta agar Mendag merekrut orang-orang kompeten di Bappebti.

"Sama seperti Bappebti gagap seperti ini maka ada ruang bagi orang yang berniat merampok terhadap aplikasi robot trading," ungkapnya.

Dia berharap Mendag Muhammad Lutfi bisa menyelesaikan kasus investasi bodong dan uang masyarakat kembali.

"Kita menunggu jawaban Pak Menteri. Minimal duit mereka bisa balik. DNA Pro masih ada duitnya beberapa. Minimal dikembalikan saja. Seperti yang ada kata Bu Evita di Singapura itu ada opsi bagi mereka yang belum menikmati keberhasilan itu diprioritaskan," tutur politisi PDIP itu.

Menurut Mufti, korban robot trading ini bukan hanya menjerat kelas menengah bawah, namun juga kelas menengah atas dan cukup beragam. Mufti menyebutkan kalau korban robot trading ini mulai dari dokter, profesor, hingga Jenderal Bintang Dua.

"Harapan kami bukan hanya ditutup, tidak akan jadi solusi juga. Bukan hanya diantarkan ke penegak hukum, tapi diperjuangkan agar uang rakyat bisa balik," tegas Mufti.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi PDI-Perjuangan Aria Bima mengusulkan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dibekukan sementara. Hal itu agar Kementerian Perdagangan dapat melakukan audit kinerja secara menyeluruh.

"Saya mengusulkan bagaimana kita akan meminta kepada Menteri Perdagangan untuk membekukan sementara Bappebti agar dapat melakukan audit kinerja menyeluruh terhadap sistemnya, regulasinya dan mungkin juga sumber daya manusianya," kata Aria Bima dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Bappebti di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI, Rabu (25/5/2022).

Selama dibekukan itu, Aria Bima berharap Kementerian Perdagangan dapat mengevaluasi pelayanan terhadap masyarakat dan mengembalikan tujuan dibentuknya Bappebti. Salah satunya yakni untuk mengawasi komoditas berjangka pasar keuangan agar tak ada penyimpangan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Korban Binomo Cs Harus Siap Duitnya Menguap, Kok Bisa?


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading