Internasional

Alamak, Mantan Presiden Bawa Kabur Duit Rp 2,4 T saat Lengser

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 June 2022 07:53
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, tengah, tiba saat perayaan Hari Kemerdekaan di Kementerian Pertahanan di Kabul, Afghanistan, Selasa, 18 Agustus 2020. (AP Photo / Rahmat Gul) Foto: Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, (AP Photo / Rahmat Gul)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani berhasil melarikan diri ke luar negeri saat Taliban berhasil menguasai Kabul pada Agustus tahun lalu. Namun dalam pelarian itu, ia disebut-sebut ditemani uang curian senilai jutaan dolar.

Mengutip AFP, dalam sebuah laporan terbaru lembaga pengawasan milik Amerika Serikat (AS), Laporan Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR), beberapa kesaksian menyebut Ghani membawa dana milik negara dengan nilai US$ 169 juta atau setara Rp 2,4 triliun.

"Uang kertas US$ 169 juta, ditumpuk dari ujung ke ujung, akan membentuk balok dengan panjang 7,5 kaki (2,3 meter), lebar 3 kaki, dan tinggi 3 kaki... Balok ini akan memiliki berat 3.722 pon, atau hampir dua ton," ujar salah satu kesaksian kepada SIGAR dikutip Selasa, (7/6/2022).


Namun dalam penelusuran lebih lanjut, SIGAR menyebut kemungkinan dana yang dibawa presiden Afghanistan itu tidak sebesar nilai yang dilaporkan para saksi. Pasalnya ruang yang berada dalam helikopter evakuasi tidak akan mampu menampung uang sebanyak itu.

"Sebagai gantinya seorang pejabat membawa sekitar US$ 200.000, yang lain membawa sekitar US$ 240.000 dan yang lainnya memiliki US$ 5.000 hingga US$ 10.000 di saku mereka. Tidak ada yang punya jutaan."

"Jika benar, jumlah total uang tunai di atas tiga helikopter itu sekitar US$ 500.000, dengan US$ 440.000 milik pemerintah Afghanistan," tambah laporan itu.

Ghani sendiri sempat dilaporkan mengungsi ke wilayah Tajikistan saat Taliban mendekat. Namun klaim ini ditolak oleh pihak Dushanbe. Seorang sumber mengatakan Ghani mungkin kabur ke Oman untuk melanjutkan perjalanan ke AS.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perempuan Afghanistan Diizinkan Kuliah, Tapi Ada Syaratnya...


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading