Gandeng Korsel, PGN Mulai Jajaki Pasar LNG Internasional

News - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
25 May 2022 18:20
LNG Aquarius/Dok GTS Internasional

Jakarta, CNBC Indonesia - Subholding Gas Pertamina yakni PT PGN Tbk (PGAS) mulai memasuki pasar internasional dengan menggandeng PRISM Energy Internasional selaku Anak Perusahaan SK E&S yang bergerak di bidang LNG Trading.

Masuknya LNG PGN di pasar internasional ini ditandai dengan perjanjian Induk atau Master Sales and Purchase Agreement (MSPA). MSPA ini juga sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MOU antara PGN dan SK E&S untuk kerjasama pengembangan LNG, Hydrogen, dan Carbon Capture Storage (CCS) yang disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, 22 Februari 2022 lalu.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Heru Setiawan mengungkapkan bahwa MSPA ini membuka peluang jual beli LNG internasional bagi PGN dalam upaya penyediaan energi bersih bersama PRISM.


"Kami men-challenge diri sendiri agar tidak hanya hadir untuk kebutuhan gas bumi domestik di mana kita telah mencapai 89% market share, tetapi juga untuk dapat keluar dari zona nyaman dengan memasuki pasar internasional." ujar Heru dalam siaran tertulis resminya, Rabu (25/5/2022).

Heru berharap, PGN dan SK Group dapat saling melengkapi dalam pengembangan energi baru terbarukan termasuk pengembangan LNG, Hydrogen, dan Carbon Capture Storage (CCS).

Kebijakan energi dan transisi energi bersih merupakan penentu utama permintaan LNG di Korea Selatan. Pada akhir tahun 2020, Korea Selatan juga mengumumkan target net zero emissions tahun 2050, adapun porsi LNG pada bauran pembangkit listrik tahun 2030 mencapai hingga 19%. Peran LNG dalam bauran tenaga listrik tersebut akan terus berkembang dimana perkiraan permintaan LNG Korea Selatan di tahun 2030 akan mencapai antara 65-66 bcm, atau sekitar 50 Mt.

"Kami percaya dengan sinergi infrastruktur LNG, teknologi, pasar, sekaligus sebagai penyuplai LNG terpercaya, PGN dan SK Group mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan gas bumi untuk transisi energi bersih di Korea Selatan, Asia Tenggara, hingga pasar global lainnya," ujar Heru.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Gas Bakal Tinggi Sampai 2025, Ini Biang Keroknya..


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading