Sederet Pembangkit Listrik Gas PLN yang Butuh LNG Pertamina

News - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
25 May 2022 15:10
Pekerja beraktifitas di area pembangkit listrik tenaga Gas dan Uap Jawa 2 di (PLTGU) Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Guna memenuhi kebutuhan energi listrik nasional, PLN berupaya meningkatkan penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah dalam hal ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin tasrif menerbitkan aturan baru berupa Keputusan Menteri ESDM Nomor 2.K/TL.01/MEM/.L/2022 tentang Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG), Serta Konversi Dari Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Menjadi LNG Dalam Penyediaan Tenaga Listrik.

Aturan ini menugaskan PT Pertamina (Persero) untuk mensuplai LNG ke dalam negeri khususnya untuk pembangkit listrik PLN. Tak hanya itu, PLN juga diwajibkan mengkonversi pembangkit yang berasal dari BBM ke LNG.

"Menugaskan Pertamina untuk melaksanakan penyediaan pasokan dan pembangunan infrastruktur LNG dalam penyediaan tenaga listrik oleh PLN, pada setiap pembangkit tenaga listrik dengan volume LNG sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan Menteri ini," ungkap Diktum kesatu Kepmen anyar yang sudah diteken Menteri Arifin pada 7 Januari 2022.


Adapun keseluruhan pembangkit listrik gas milik PLN yang membutuhkan LNG adalah sebanyak 1.198 Mega Watt (MW) dengan kebutuhan gas mencapai 83,74 BBTUD.

Berikut pembangkit listrik gas yang membutuhkan LNG Pertamina:

Tahap Operasi

  • PLTMG Nias, Kapasitas 34 MW, kebutuhan gas 4,4 BBTUD
  • MPP Jungkat Kalbar, Kapasitas 100 MW, kebutuhan gas 2,64 BBTUD
  • PLTG Gorontalo, kapasitas 100 MW, kebutuhan gas 5,12 BBTUD
  • MPP Sultra (Kendari), Kapasitas 50 MW, kebutuhan gas 2,1 BBTUD
  • PLTMG Bau-bau, kapasitas 30 MW, kebutuhan gas 1,95 BBTUD
  • MPP Jeranjang, 50 MW, kebutuhan gas 2,74 BBTUD
  • Lombok Peaker, 124 MW, kebutuhan gas 7,77 BBTUD
  • PLTMG Sumbawa, 50 MW, kebutuhan gas 4,7 BBTUD
  • PLTMG Bima, 50 MW, kebutuhan gas 4,98 BBTUD
  • PLTMG Rangko (Flores), 23 MW, kebutuhan gas 1,12 BBTUD
  • PLTMG Maumere, 40 MW, kebutuhan gas 2,36 BBTUD
  • PLTMG Kupang, 40 MW, kebutuhan gas 1,67 BBTUD
  • PLTMG Manokwari 2, 20 MW, kebutuhan gas 2,49 BBTUD
  • PLTMG Biak. 15 MW, kebutuhan gas 1,57 BBTUD
  • PLTMG Biak 2, 10 MW, kebutuhan gas 0,64 BBTUD
  • MPP Nabiro, 23 MW, kebutuhan gas 1,51 BBTUD
  • PLTMG Nabire 2, 10 MW, kebutuhan gas 0,49 BBTUd
  • MPP Jayapura, 59 MW, kebutuhan gas 6,29 BBTUD
  • PLTMG Jayapura Peaker, 40 MW, kebutuhan gas 2,93 BBTUD
  • PLTMG Langgur, 20 MW, kebutuhan gas 1,67 BBTUD
  • PLTMG Merauke 2, 20 MW, kebutuhan gas 1,67 BBTUD
  • PLTMG Merauke , 20 MW, kebutuhan gas 2,22 BBTUD
  • MPP Timika, 10 Mw, kebutuhan gas o,98 BBTUD
  • PLTMG Ambon Peaker, 30 MW, kebutuhan gas 2,65 BBTUD
  • MPP Ternate, 30 ME, kebutuhan gas 3,85 BBTUD
  • PLTMG Seram, 20 MW kebutuhan gas 1,76 BBTUD

Tahap Konstruksi

  • PLTMG Kaloka, 120 MW, kebutuhan gas 5,03 BBTUD
  • PLTMG Alor, 10 MW, kebutuhan gas 1,35 BBTUD
  • PLTMG Waingapu, 10 MW, kebutuhan gas 1,14 BBTUD
  • PLTMG Serui, 10 MW, kebutuhan gas 0,92 BBTUD
  • PLTMG Saumlaki, 10 MW, kebutuhan gas 0,86 BBTUD
  • PLTMG Dobo, 10 MW, kebutuhan gas 1,00 BBTUD
  • PLTMG Namlea, 10 MW, kebutuhan gas 1,12 BBTUD


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tiga BUMN Raksasa RI Bangun Kluster Industri Hijau, Kaya Apa?


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading