Internasional

Fakta Salvador Ramos, Pelaku Penembakan AS Tewaskan 19 Anak

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
25 May 2022 16:30
Salvador Ramos terduga pelaku penembakan di Texas (Tangkapan Layar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) kembali diguncang penembakan massal. Kali ini, penembakan terbaru melanda sebuah Sekolah Dasar (SD) di Uvalde, Negara Bagian Texas, pada Selasa (24/5/2022) siang waktu setempat.

Dalam peristiwa itu, 21 orang dinyatakan meninggal dunia. Jumlah itu termasuk 19 orang anak-anak.


Penembak diidentifikasi sebagai Salvador Ramos. Ia diketahui berusia 18 tahun.

Ramos tewas setelah melakukan baku tembak dengan polisi. Sebelum melakukan aksinya, ia sempat menembak neneknya sendiri yang diberitakan sejumlah media dirawat intensif di rumah sakit (RS).

Lalu siapa Ramos?

Menurut keterangan yang dikutip media AS, Fox 32, Ramos merupakan warga Texas. Tempat tinggalnya berjarak 135 km dari lokasi kejadian.

Saat ini, ia masih berstatus pelajar SMA. Ia dikabarkan bekerja di sebuah kedai makanan cepat saji Wendy's.

Manajer resto Andrian Mendes menggambarkannya sebagai Ramos seseorang yang tertutup. "Dia pendiam, tidak banyak bicara," ungkapnya.

Mengutip AP, Ramos memang dilaporkan memiliki ketertarikan kepada senjata api. Ia bahkan membeli senjata tepat di hari perayaan ultahnya yang ke-18.

"Itu adalah hal pertama yang ia lakukan pada ulang tahun ke-18-nya," kata senator AS yang mengetahui informasi itu dari kepolisian, Roland Gutierrez.

Kecintaannya pada senjata terlihat di media sosial. Ia sempat mengunggah foto senapan di Instagram miliknya "salv8dor".

Dalam aksi kejinya, Ramos diduga menggunakan senapan AR-15. Ia juga memakai satu pistol saat kejadian.

"Ramos yang mengenakan pelindung tubuh, menabrakkan mobilnya di luar sekolah sebelum masuk ke dalam," ujar Sersan Erick Estrada dari Departemen Keamanan Publik Texas mengatakan kepada CNN International.

Insiden ini pun mengundang reaksi dari banyak pihak, termasuk Presiden AS Joe Biden. Pemimpin 79 tahun itu memerintahkan agar bendera AS dikibarkan setengah tiang di Gedung Putih dan di semua gedung dan halaman publik.

"(Ini) orang tua tidak akan pernah sama lagi. Kehilangan seorang anak seperti mengalami sepotong jiwamu dicabut," ujarnya dikutip Al Jazeera.

"Saya muak dan lelah. Kita harus bertindak. Jangan bilang kita tidak bisa berdampak pada pembantaian ini."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mengerikan! Penembakan Massal di SD Texas, 14 Anak Tewas


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading