DPR Geram BKPM Tak Juga Ungkap Hasil Audit Data Semen RI

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
25 May 2022 09:40
Pekerja memindahkan semen kedalam kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (21/2/2018). Menurut data Asosiasi Semen Indonesia konsumsi semen domestik tumbuh merata pada awal 2018 dengan kisaran 12%-17%. Pertumbuhan tertinggi konsumsi semen pada awal 2018 terjadi di Sumatra disusul oleh wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota DPR RI Andre Rosiade kembali menagih janji audit data semen dalam negeri kepada Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Dimana selama ini industri semen dianggap kelebihan pasokan sehingga bila dibiarkan dan jika ada tambahan investasi baru akan memberatkan pelaku industri yang ada.

Hal ini diungkapkan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Selasa (24/5/2022).


"Kita tagih kita minta, harusnya Rabu besok kita panggil tapi dia ke WEF Davos. Nanti kita panggil tanya janjinya itu kalau gak salah dari Agustus," kata Andre kepada CNBC Indonesia.

Andre mengatakan ada beberapa hal yang perlu ditanyakan kepada Menteri Investasi baik dari update kelanjutan update industri semen, dan juga komitmen moratorium.

"Kita mau tanya audit investasinya gimana, mungkin ini sudah 7 - 8 bulan. cuma sampai sekarang belum ada laporan ke DPR, jangan asal ngomong aja," kata Andre.

"Kedua komitmen pemerintah ini gimana tentang moratorium di Aceh lagi bangun pabrik semen, di Kalimantan lagi bangun. Ini gimana," tambahnya.

Sebelumnya pada September 2021, ramai perdebatan antara Andre Rosiade dengan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, sampai berujung pada janji untuk melakukan audit data industri semen. Dimana Andre Rosiade heran masih melihat investasi pabrik semen di daerah.

Menanggapi hal itu Bahlil menjelaskan moratorium investasi pabrik masih diterapkan. Sementara izin pabrik baru di Kalimantan Timur merupakan orientasi ekspor.

"Nanti kita melakukan audit seluruh produksi semen, baru nanti kita bandingkan antara total kapasitas produksi dan realisasi permintaan...," kata Bahlil di DPR beberapa waktu lalu.

Bahkan sempat merencanakan untuk membuka moratorium semen jika ternyata dari hasil data industri semen tidak dalam kondisi kelebihan pasokan.

"..Kalau seandainya kapasitas terpasang akan lebih besar dari kapasitas produksi, dan kemudian permintaan naik, kami akan bikin kebijakan baru, saya nggak pusing dengan lainnya...," tambah Bahlil.

Bahkan pada Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (31/1/2022) Andre juga sudah kembali menagih janji itu kepada Menteri terkait.

Menurut dia saat ini butuh kejelasan apakah industri semen ini memang dalam kondisi kelebihan pasokan, atau malah kekurangan.

Menjawab hal ini Bahlil mengatakan audit semen saat ini sudah dilakukan BPKP, namun masih membutuhkan waktu 1 - 2 bulan lagi.

"Biar lebih cepat alangkah lebih baik jika pak Andre gunakan hak dewan menyurati supaya cepat. Supaya narasinya seperti (BKPM) tidak serius mengurusnya," jelas Bahlil di akhir rapat.

Dari data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) total kapasitas terpasang industri semen di 2021 mencapai 116 juta ton. Pada 2020 lalu penjualan semen dalam negeri dan ekspor hanya 71,78 juta ton, dengan tingkat utilisasi atau pemanfaatan dari kapasitas produksi hanya mencapai 61,7%.

Artinya masih ada sisa kapasitas produksi lagi mencapai 45 juta ton yang tak terpakai, sehingga ASI mendesak tak perlu ada pabrik baru.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Audit Produksi Pabrik Semen Belum Jelas, DPR Tagih Janji BKPM


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading