Internasional

Tegas! Negara Eropa Ini Nekat Hentikan Pasokan Gas Rusia

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
23 May 2022 17:15
FILE - A Russian construction worker speaks on a mobile phone during a ceremony marking the start of Nord Stream pipeline construction in Portovaya Bay some 170 kms (106 miles) north-west from St. Petersburg, Russia on April 9, 2010. Europe is short of gas. Russia could in theory supply more beyond its long-term agreements, but hasn't, leading to accusations it is holding back to pressure Europe to approve a new controversial Russian pipeline.  (AP Photo/Dmitry Lovetsky, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Drama pasokan energi Rusia ke Eropa kembali berlanjut. Setelah sebelumnya Lithuania memutuskan kerja sama migas dengan Rusia dan diputusnya pasokan gas Negeri Beruang Merah ke Finlandia, kini giliran Polandia yang tampil dengan menghentikan kerja sama energi dengan Rusia.

Pemerintah Polandia telah mengakhiri hubungan pasokan gas dan infrastruktur yang sudah terjalin lewat perjanjian selama 30 tahun dengan Rusia. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Iklim Polandia, Anna Moskwa.


"Polandia menghentikan perjanjian gas antar pemerintah tahun 1993 terkait (pipa]) Yamal," cuit Moskwa, Senin (23/5/2022), sebagaimana dikutip CNN International.

"Agresi Rusia terhadap Ukraina menegaskan kebenaran tekad pemerintah Polandia menuju kemerdekaan penuh dari gas Rusia," jelasnya. "Kami selalu tahu bahwa Gazprom bukanlah mitra yang dapat dipercaya."

Perjanjian energi dengan Rusia tersebut termasuk pasokan gas melalui pipa Yamal dan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur yang terkait dengan transit gas melalui Polandia.

Polandia bukan satu-satunya negara yang memutuskan hubungan energi dengan Rusia.

Sehari sebelumnya, Lithuania telah sepenuhnya memotong impor pasokan energi Rusia termasuk minyak, listrik dan gas alam pada Minggu (22/5/2022). Ini terjadi sehari setelah Rusia menghentikan ekspor gas alamnya ke Finlandia.

Polandia dan Bulgaria terputus pada akhir April karena mereka tidak melakukan pembayaran dalam mata uang Rusia. Langkah ini digambarkan sebagai "pemerasan" oleh Moskow, menurut para pemimpin Uni Eropa pada saat itu.

Pemutusan tersebut pada akhirnya mulai memicu kekhawatiran di wilayah Benua Biru bahwa Rusia mungkin saja memutus aliran gasnya ke semua negara. Pasalnya, Eropa mendapatkan 40% pasokan gasnya dari Rusia. Tahun lalu Moskow mengirim sekitar 155 miliar meter kubik ke wilayah itu.

Sebelum itu, Rusia terlebih dahulu memutuskan untuk menghentikan aliran gasnya ke Finlandia. Hal ini terjadi saat Negeri Suomi itu sedang mengejar untuk menjadi anggota aliansi militer NATO pasca serangan Moskow ke Ukraina.

Perusahaan gas milik negara Finlandia, Gasum, mengatakan bahwa impor gas alam dari Rusia akan dihentikan mulai Sabtu, (21/5/2022). Meski begitu, Gasum memastikan bahwa pasokan gas negara itu masih aman.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Minta Bayar Gas Rusia Pakai Rubel, Jerman Buka Suara


(tfa/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading