Jadi Lampu Kuning Bagi RI, Begini Kondisi China Terkini!

News - MAIKEL JEFRIANDO, CNBC Indonesia
19 May 2022 09:35
Shanghai secara bertahap akan mulai membuka kembali kegiatan bisnis seperti pusat perbelanjaan dan salon rambut, di pusat keuangan dan manufaktur China tersebut, setelah berminggu-minggu dalam penguncian ketat. (AP/Andy Wong)

Jakarta, CNBC Indonesia - China dalam situasi yang semakin memburuk. Setelah penguncian alias lockdown diberlakukan untuk penanganan covid-19, penjualan ritel dan produksi industri kini ikut jeblok.

Penjualan ritel turun 11,1% (year on year/yoy) pada April 2022. Selanjutnya produksi industri turun 2,9%. Khusus dalam sektor manufaktur, ada penurunan 4,6% yang dipengaruhi anjloknya penjualan otomotif dan peralatan.


Produksi mobil penumpang China turun 41,1% (yoy). Sektor otomotif di China menyumbang sekitar seperenam dari pekerjaan dan sekitar 10% dari penjualan ritel. Sedangkan penjualan mobil turun 31,6%. Ada sedikit perbaikan dibandingkan awal tahun.

Dari keseluruhan sektor, penjualan makanan, minuman dan obat-obatan serta energi yang alami peningkatan.

Seperti dilansir dari CNBC, Kamis (19/5/2022), Juru Bicara Biro Statistik Fu Linghui mengatakan realisasi tersebut terutama disebabkan oleh covid-19. Di samping itu juga ada tekanan dari permintaan pasar yang tidak mencukupi, kenaikan biaya dan faktor lainnya.

Penyebaran covid di China membuat beberapa kota lockdown. Terutama Changhai di mana merupakan salah satu pusat perdagangan, tidak hanya China namun juga dunia.

"Lingkungan internasional yang semakin suram dan kompleks dan guncangan yang lebih besar dari pandemi Covid-19 di dalam negeri jelas melebihi ekspektasi, tekanan baru ke bawah pada ekonomi terus tumbuh," kata biro statistik dalam sebuah pernyataan.

Ting Lu, Kepala Ekonom Nomura melihat situasi yang masih memburuk dalam dua bulan ke depan, meskipun kasus covid sudah mulai melandai. Hanya saja pemerintah masih belum ada tanda-tanda pelonggaran.

"Kami percaya penguncian lokal masih akan sangat berdampak pada akhir produksi ekonomi pada bulan Mei dan melihat perubahan haluan cepat sebagai hal yang mustahil," kata Ting Lu.

Akibat situasi tersebut, China kini jadi persoalan pengangguran. Tingkat pengangguran di 31 kota terbesar di China naik ke level tertinggi baru 6,7% pada April, menurut data setidaknya hingga 2018.

Tingkat pengangguran di seluruh kota naik 0,3 poin persentase dari Maret menjadi 6,1% di April. Tingkat pengangguran di antara mereka yang berusia 16 hingga 24 tahun hampir tiga kali lebih tinggi yaitu 18,2%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Duh! Ekonomi China Diramal Terus Turun, Rada Serem Buat RI


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading