Ironi Harga Masker: Dulu Jutaan, Kini Cuma Rp17 Ribu/50 Pcs

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
19 May 2022 10:10
Harga Masker Melonjak Tajam Karena Virus Corona. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah telah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker di luar ruangan. Namun bagi masyarakat yang beraktivitas di dalam ruangan, tetap disarankan untuk menggunakan masker.

Kewajiban memakai masker pertama kali disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 6 April 2020 atau sekitar tiga pekan setelah dunia memasuki pandemi Covid-19.


Kala itu, Jokowi mewajibkan penggunaan masker baik di dalam ataupun luar ruangan berdasarkan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Sebelumnya, WHO hanya merekomendasikan penggunaan masker bagi mereka yang dinyatakan sakit.

Kewajiban memakai masker di awal-awal pandemi memang menemui banyak kendala. Persoalan bukan hanya datang dari sulitnya masyarakat melakukan adaptasi tetapi juga lantaran harga yang mahal dan langkanya masker di masyarakat.

Harga masker sebelum pandemi hanya dibanderol sekitar Rp 25.000-30.000 satu pack. Namun, harganya melonjak hingga berkali-kali lipat menjadi Rp 200.000-300.000 satu pack, bahkan ada yang sampai jutaan.

Masker 3M misalnya, sempat dijual di kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta saat masa pandemi Covid-19. Kini, harga masker tersebut dijual di kisaran harga Rp 200 ribu hingga Rp 350 ribu per kotak untuk isi 20 pcs.

Bahkan, kini ada masker yang dijual seharga Rp 17 ribu per box isi 50 pcs! Kondisi ini tentu berbanding terbalik dengan penjualan masker pada saat pandemi menyerang Indonesia beberapa bulan lalu.

Kewajiban memakai masker tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Nomor HK 02.02/I/285/2020 Tahun 2020 tentang Penggunaan Masker dan Penyediaan Sarana Cuci Tangan Pakai Sabun untuk Mencegah Penularan Coronavirus Disease 19.

Dalam aturan tersebut disebutkan masker medis (masker bedah dan masker N-95) untuk tenaga kesehatan, sedangkan masker kain (berlapis 3 (tiga)) untuk semua orang ketika berada di luar rumah.

Di awal-awal kewajiban pemakaian masker, pemerintah daerah sampai harus memberlakukan denda ataupun hukuman agar masyarakat lebih taat memakai masker. Pemerintah Daerah DKI Jakarta, misalnya, sempat memberlakukan denda Rp 250.000 atau hukuman membersihkan fasilitas umum kepada mereka yang tidak memakai masker.

Selain mengikuti saran WHO, kewajiban menggunakan masker di Indonesia juga mengikuti aturan di negara lain. Dilansir dari BBC, pada pertengahan Maret 2020, hanya sekitar 10 negara memiliki kebijakan yang merekomendasikan masker. Jumlah tersebut meningkat tajam menjadi lebih dari 130 negara pada Juli 2020.

Negara-negara yang warganya tidak memiliki sejarah mengenakan masker atau penutup wajah secara cepat mengadopsi penggunaannya seperti di Italia, Amerika Serikat, dan Spanyol. Sebelum pandemi, kebiasaan memakai masker hanya dijumpai di segelintir negara seperti Jepang dan Korea Selatan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Arahan Jokowi: Masker Bisa Dilepas, Kecuali Komorbid & Lansia


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading