Internasional

Nestapa Ekonomi Rusia: Ancaman Default dan Ambruknya Rubel

News - Lucky Leonard Leatemia, CNBC Indonesia
11 April 2022 19:44
A view shows a Russian one rouble coin in this picture illustration taken October 26, 2018. Picture taken October 26, 2018. REUTERS/Maxim Shemetov

Sementara itu, rubel tercatat melemah tajam pada perdagangan Senin (11/4/2022). Hasil itu sekaligus menghentikan reli yang sempat terjadi pada pekan lalu.

Rubel telah jatuh nyaris 5% ke level 79,9 per dolar AS dan 4,3% ke level 86,35% terhadap euro.

Sebelumnya, bank sentral mengatakan akan membatalkan komisi 12% untuk membeli mata uang asing melalui broker mulai 11 April dan mencabut larangan sementara menjual uang tunai valuta asing kepada individu mulai 18 April.


Menurut Alor Brokerage, keputusan untuk membatalkan komisi 12% pada pasar valuta asing berarti spekulan akan dapat berdagang lagi. Hal tersebut akan membuat pelaku pasar cenderung untuk mengunci keuntungannya.

Adapun, rubel masih mendapatkan dukungan dari konversi wajib 80% pendapatan valuta asing oleh perusahaan yang berfokus pada ekspor serta dari suku bunga tinggi, meskipun bank sentral secara tak terduga memangkas suku bunga utamanya dari 20% menjadi 17% pada pekan lalu.

Analis ITI Capital mengatakan Rusia menerima sekitar $1,4 miliar per hari dalam pendapatan ekspor dan rubel dapat menguat lebih jauh, mengingat kontrol modal Rusia dan menyusutnya impor.

 


[Gambas:Video CNBC]

(luc/luc)
HALAMAN :
1 2
Artikel Selanjutnya

Gawat! IMF Sebut Negara Miskin Berisiko Gagal Bayar Utang

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading