PLTS Kilang Dumai Beroperasi, Penurunan Emisi Bisa 2.052 Ton

News - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
06 April 2022 15:12
Pertamina

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertamina NRE yang menjadi garda terdepan transisi energi Pertamina telah menyelesaikan penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 2 MW di area Kilang Dumai. Perusahaan pelat merah ini secara konsisten melakukan transisi energi secara internal.

PLTS Kilang Dumai menambah daftar kilang Pertamina yang melakukan konversi ke penggunaan energi listrik ramah lingkungan. Tahun lalu PLTS dengan kapasitas terpasang 1,34 MW telah beroperasi di area Kilang Cilacap.

Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi mengatakan Pertamina NRE berkomitmen untuk mewujudkan transisi energi Pertamina. PLTS di Kilang Cilacap sebesar 1,34 MW dan Kilang Dumai sebesar 2 MW, serta PLTS di 143 SPBU sebesar lebih dari 1 MW menjadi langkah awal transisi energi di internal Pertamina.


"Potensi PLTS di internal Pertamina cukup besar, mencapai sekitar 500 MW. Dengan dukungan dan kerja sama yang solid di Pertamina Group, kami optimis dapat mewujudkannya," ujar Dicky dalam siaran resmi, Rabu (6/4/2022).

PLTS Kilang Dumai adalah PLTS ground mounted yang dibangun di lahan seluas sekitar 2 hektar dengan sistem on grid dan saat ini menjadi PLTS ground mounted terbesar di Riau. PLTS Kilang Dumai akan menyuplai listrik ke fasilitas perumahan milik Kilang Dumai. Perkiraan persentase suplai energi bersih dapat memenuhi sekitar 20-30% kebutuhan listrik secara keseluruhan di area tersebut.

Potensi listrik yang diproduksi mencapai 2,5 GWh dalam setahun dan berpotensi menurunkan CO2 sebesar 2.052 ton per tahun. Potensi penurunan emisi tersebut juga setara dengan penyerapan CO2 oleh 97 ribu pohon dalam setahun.

"Selaras dengan komitmen untuk implementasi ESG, PT Kilang Pertamina Internasional menerapkan berbagai program pendukung, salah satunya adalah dekarbonisasi. Hal ini dijalankan dengan penggunaan PLTS untuk perkantoran dan kompleks pemukiman pekerja di kilang Dumai dan Cilacap," tutur Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya.

Pertamina berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan aspek environment, social and governance (ESG) dalam pengelolaan bisnisnya. Berkaitan dengan presidensi G20 Indonesia, Pertamina mengambil peran besar di mana Direktur Pertamina Nicke Widyawati didapuk sebagai Chair of Task Force Energy, Sustainability, and Climate (ESC) dari Business 20 (B20), yaitu ruang dialog bisnis internasional yang menjadi bagian dari agenda G20.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Damai! Kisruh Serikat Pekerja-Manajemen Pertamina Berakhir


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading