Bos Bea Cukai Dipanggil DPR RI, Bahas Apa?

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
04 April 2022 18:15
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani  (Tangkapan Layar Kementerian Kesehatan R)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Askolani hari ini dipanggil oleh Komisi XI DPR RI. Pemanggilan ini untuk melakukan rapat dengar pendapat mengenai dua pembahasan.

Kedua pembahasan yang dilakukan adalah penanganan dan kasus-kasus penyelundupan serta pengawasannya yang menjadi wewenang Bea dan Cukai serta kebijakan cukai rokok.


Askolani menjelaskan, untuk penanganan kasus-kasus penyelundupan pihaknya akan menjaga di bagian paling riskan baik di pintu masuk laut dan darat. Penjagaan di pintu masuk laut terutama akan makin diperkuat melalui kerjasama dengan berbagai pihak.

"Kami koordinasi dengan Dirjen Hubla (Kementerian Perhubungan), BMKG, kepolisian dan juga termasuk dengan Malaysia dan juga pemerintah Singapura untuk bisa melakukan sinergi daripada pengawasan kegiatan ilegal di laut kita dan juga perbatasan," ujar Askolani dalam RDP, Senin (4/4/2022).

Sementara itu, untuk kebijakan barang kena cukai terutama cukai hasil tembakau Askolani menekankan ada empat kebijakan yang dipertimbangkan pemerintah dalam menaikkan tarif cukai. Mulai dari pengendalian konsumsi rokok hingga penerimaan negara.

Menurutnya, saat ini pemerintah menargetkan agar tingkat prevelensi merokok anak-anak dan remaja utamanya bisa turun menjadi 8,7% di 2024. Kemudian untuk keberlangsungan tenaga kerja maka pemerintah akan menggunakan Dana Bagi Hasil (DBH) CHT untuk memitigasi dampak pada tenaga kerja sektor tembakau.

Selanjutnya, untuk pengawasan barang kena cukai ilegal, pihaknya terus melakukan pengawasan agar kenaikan tarif CHT tidak berdampak pada bertambahnya peredaran rokok ilegal. Dimana kenaikan tarif CHT berlaku sejak awal tahun 2022.

Aspek terakhir adalah ke penerimaan negara. Sebab, CHT adalah salah satu penyumbang terbesar ke penerimaan negara melalui bea dan cukai. Hingga Maret 2022, penerimaan CHT telah tercapai Rp 56,84 triliun atau 26,56% dari target tahun ini di APBN 2022.

"CHT punya kontribusi cukup penting ke APBN dari sisi Kepabeanan dan cukai. Kita bisa lihat trennya meningkat dari Rp 164 triliun di 2019 dan ke Rp 188 triliun di 2021 dan ini tentunya sejalan dengan perkembangan jumlah produksi rokok, kebijakan tarif CHT dan juga langkah pengawasan ilegal yang dilakukan," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Selama Pandemi Peredaran Barang Ilegal Meningkat


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading