Internasional

Menlu Rusia dan Afghanistan "Kopi Darat" di China, Bahas Apa?

News - Lucky Leonard Leatemia, CNBC Indonesia
31 March 2022 16:05
In this photo released by Russian Foreign Ministry Press Service, Russian Foreign Minister Sergey Lavrov speaks to Sahiba Gafarova Chairman of the National Assembly of Azerbaijan during their meeting in Moscow, Russia, Wednesday, Sept. 23, 2020. (Russian Foreign Ministry Press Service via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bertemu dengan Menteri Luar negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi di Tunxi, China, pada Kamis (31/3/2022).

Mengutip CNN International, Pertemuan itu menjadi salah satu rangkaian kunjungan Menlu Rusia ke China yang dimulai pada Rabu (30/3/2022). Kemarin, Lavrov telah bertemu langsung dengan Menlu China Wang Yi.

Dalam sebuat foto yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, keduanya terlihat menggunakan masker dan saling menyapa dengan berbenturan siku.


Adapun, baik pihak Rusia maupun Afghanistan belum mengungkap secara spesifik isi pembicaraan tersebut. Namun, pembicaraan diyakini akan membahas seputar masalah kemanusiaan di negara yang kembali dipimpin oleh rezim Taliban tersebut.

Selain Rusia, Afghanistan, dan China, pertemuan itu juga dihadiri oleh perwakilan dari Pakistan, Iran, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Selain itu, Menlu Indonesia dan Qatar pun turut hadir sebagai undangan.

Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan Tom West, perwakilan khusus AS untuk Afghanistan, akan menghadiri pertemuan terpisah di tempat sama yang disebut Extended Troika yang beranggotakan China, Rusia, dan AS serta Pakistan.

Pembicaraan itu dilakukan dengan latar belakang serangan Rusia ke Ukraina. Ini bersamaan dengan krisis ekonomi dan kemanusiaan di Afghanistan yang diperburuk oleh penghentian bantuan keuangan menyusul pengambilalihan negara oleh Taliban.

AS percaya dengan berbagi dengan anggota Extended Troika lainnya, yang berkepentingan dengan Taliban, dapat memenuhi komitmen untuk membentuk pemerintah yang inklusif, bekerja sama dalam kontra terorisme, dan membangun kembali ekonomi Afghanistan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tiba-tiba Taliban Peringatkan Bahaya di Afghanistan, Ada Apa?


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading