Wow! Sepanjang Sejarah 5 Provinsi ini Nggak Beli Migor Curah

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
30 March 2022 13:15
Pedagang antre untuk mendapatkan minyak curah di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (9/3/2022). Kemendag dan BUMN menyediakan sebanyak 8000 liter minyak goreng untuk didistribusikan. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen minyak goreng (migor) mengungkapkan, ada 5 provinsi di Indonesia yang tidak mengonsumsi minyak goreng curah. Dan lebih memilih membeli migor kemasan bermerek.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga menjelaskan, di pasar tersedia migor kemasan dan migor curah. Untuk rantai distribusi, kata dia, diatur oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sedangkan harga oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Saat ini, ujarnya, pemerintah menelusuri jejak migor melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) dan Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH).


"Jadi kelihatan jelas migor itu ada berapa sampai di mana berjalan. Tapi, dalam sejarah, ada 5 provinsi di Republik kita ini selama ini nggak dimasuki migor curah. Di daerah Timur dan lebih senang kemasan. Di NTT, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua," kata Sahat saat RDPU dengan Komisi IV DPR RI bersama GIMNI dan AIMMI, Rabu (30/3/2022).

Hanya saja, lanjut dia, sejak pemerintah memutuskan melepas harga migor ke mekanisme pasar dan memberi subsidi untuk migor curah, kelima provinsi itu akan dimasukkan ke dalam SIINas dan SIMIRAH.

"Nah kemarin dapat informasi karena mereka juga bagian Republik, pemerintah memutuskan mereka juga harus bisa menikmati migor curah Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kg," kata Sahat.

Caranya saat ini diupayakan dengan ikut trayek tol laut, supaya minyak goreng di daerah itu bisa dijual dengan harga eceran tertinggi.

Sahat mengatakan secara produksi masih bisa untuk memasok kebutuhan minyak goreng curah di lima daerah itu. Karena kebutuhan minyak goreng di seluruh Indonesia mencapai 319 ribu kilo liter per bulan sementara produksi mencapai 388 ribu kilo liter.

"Sebenarnya produksi itu over, tapi pelaksanaannya masih ikut-ikut, mungkin minggu ini sudah mulai mulai. Tadi bicara dengan Perhubungan Laut untuk melalui tol laut untuk mengitari provinsi itu," kata Sahat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Anak Buah Lutfi: Minyak Goreng Curah Tak Akan Dihapus


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading