Fakta-Fakta Mencengangkan 'Harta Karun' di Gedung Sarinah

News - redaksi, CNBC Indonesia
22 March 2022 08:50
Relief Petani di Mal Sarinah usai Direnovasi (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sarinah kembali dibuka dan beroperasi dengan mengusung tema "Community Mall". Mal tertua di Indonesia ini baru saja direnovasi besar-besaran sejak tahun 2020.

Dalam proses renovasi itu, terungkap ternyata Sarinah memiliki 'harta karun' yang terpendam di basement gedung. Berupa relief bersejarah peninggalan masa pemerintahan Presiden Soekarno.

"Saya terus terang sangat terharu, dalam arti saya juga pecinta seni ketika melihat kondisi seni budaya yang kita punya ini tidak terawat, karena itu saya minta Sarinah agar Wika kita perbaiki kembali seperti yang dahulu, apalagi ini jadi salah satu ikon untuk pembangunan Sarinah baru," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir dalam sebuah video, Jumat (15/8/2021) saat mengungkapkan keberadaan peninggalan bersejarah itu.


Erick memastikan bakal membangun atau memperbaiki gedung Sarinah, Jakarta Pusat. Ia mengungkapkan hal itu ketika melakukan kunjungan ke relief bersejarah peninggalan masa pemerintahan Presiden Soekarno di bagian basement gedung tersebut.

Kini renovasi mal Sarinah sudah selesai, juga pemugaran 'harta karun' bersejarah peninggalan era Soekarno.

Posisi relief itu kini berpindah ke bagian mal yang ramai dilalui pengunjung. Dengan begitu, keindahan relief ini pun bisa dinikmati banyak orang, tak lagi tersembunyi di basement.

Tentu saja, keberadaan relief ini menarik minat pengunjung yang ingin sekedar menikmati maupun mengabadikannya dalam foto.

Relief Petani di Mal Sarinah usai Direnovasi (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)Foto: Relief Petani di Mal Sarinah usai Direnovasi (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Relief Petani di Mal Sarinah usai Direnovasi (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Fakta 'Harta Karun' Sarinah

Bung Karno Pencetus Pembuatan Patung Ini
Proklamator dan Presiden pertama Indonesia Bung Karno adalah seorang seniman yang mencetuskan pembuatan karya seni ini. Keberpihakan kepada ekonomi kerakyatan sudah merupakan semangat para pendiri bangsa ini.

Sudah Menggunakan Teknologi Pengecoran yang Modern
Tim ahli Cagar Budaya (TACB) Asikin mengatakan karya ukuran seni ini berukuran sangat besar. Pembuatan sudah menggunakan teknologi pengecoran panel tunggal modern. Demikian pula saat Sarinah dibangun sebagai perwujudan modernisasi yang pada masanya adalah mercusuar kebangkitan ekonomi bangsa yang unggul yang berpihak pada ekonomi rakyat. Hari ini disebut UMKM.

Relief Direstorasi dan Dipamerkan
Sejarah Sarinah pada tahun 80-an pernah terbakar dan pelebaran koridor pengunjung membuat relief ini dipindahkan ke lantai dasar. Erick mengatakan, relief menjadi bagian dari renovasi besar-besaran gedung Sarinah.

Dibuat Kelompok Seniman Yogyakarta (1962-1966)
Menurut catatan beberapa ahli sejarah, dan seni rupa nasional, patung ini dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta pada masa konstruksi (1962-1966) yang menampilkan para penjaja hasil pertanian yang melambangkan perjuangan rakyat kecil mencari nafkah.

Belum Tahu Persis Siapa yang Buat Patung Ini
Siapa arsitek atau desainer patung ini masih ditelusuri oleh Tim ahli Cagar Budaya. Juga blueprint karena penting untuk pekerjaan restorasi.

Cerita Soal Rakyat Jelata
Relief ini yang menampilkan penjaja hasil pertanian dan makanan, melambangkan simbol keberpihakan ekonomi pada rakyat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mal Tertua Sarinah Buka Kembali Hari Ini, McD Balik Lagi?


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading