Internasional

Rusia Klaim Ada Kemajuan Pembicaraan Ukraina 'Zona' Netral

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
20 March 2022 16:15
Suasana jalan kosong selama serangan Rusia ke Ukraina berlanjut, di Kyiv, Ukraina, Jumat (17/3/2022). (AP/Vadim Ghirda) Foto: Suasana jalan kosong selama serangan Rusia ke Ukraina berlanjut, di Kyiv, Ukraina, Jumat (17/3/2022). (AP/Vadim Ghirda)

Jakarta, CNBC Indonesia - Negosiator utama Rusia pada pembicaraan dengan Ukraina mengatakan bahwa Moskow dan Kyiv telah membawa posisi"sedekat mungkin" agar Ukraina menjadi negara netral.

"Topik status netral dan non-aksesi Ukraina ke NATO adalah salah satu poin kunci dari pembicaraan, ini adalah titik di mana para pihak membawa posisi mereka sedekat mungkin," kata negosiator utama Rusia Vladimir Medinsky, Jumat (18/3/2022), dikutip dari The Moskow Times.

Medinsky menambahkan bahwa ada "nuansa" ketika menyangkut "jaminan keamanan" yang diminta oleh Ukraina. Ia juga mengatakan bahwa para perunding "setengah jalan" menuju kesepakatan tentang "demiliterisasi" Ukraina.


Namun Mikhailo Podolyak, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang ikut serta dalam negosiasi, mengatakan bahwa posisi negaranya tidak bergeming.

"Status negosiasi. Pernyataan pihak Rusia hanyalah posisi permintaan mereka," tulisnya di Twitter.

"Semua pernyataan dimaksudkan, antara lain, untuk memprovokasi ketegangan di media. Posisi kami tidak berubah. Gencatan senjata, penarikan pasukan & jaminan keamanan yang kuat dengan formula konkret."

Pada Rabu, Kremlin mengatakan bahwa rencana Ukraina yang netral di sepanjang garis Swedia atau Austria sedang dibahas dalam pembicaraan dengan Kyiv. Hal ini dilakukan untuk mengakhiri tiga minggu operasi militer Rusia di sana.

Tetapi Ukraina menolak proposal itu, dan mengatakan ingin keamanannya dijamin oleh pasukan internasional.

Rusia, yang telah melakukan operasi militer di Ukraina sejak 24 Februari, telah meminta agar tetangganya tidak pernah bergabung dengan aliansi militer NATO, serta menuntut "demiliterisasi" dan "denazifikasi" di sana.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sedih! Setengah Juta Warga Ukraina Tinggalkan Negaranya


(tfa/tfa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading